Jelang Peluncuran Nasional, Sembilan Koperasi Desa Merah Putih di Aceh Selatan Rampung

Tapaktuan– Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Aceh Selatan terus menunjukkan perkembangan. Hingga Juli 2026, progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 50 persen, dengan sembilan koperasi telah rampung 100 persen dan siap beroperasi.

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian, Koperasi dan UKM melalui Kepala Bidang Koperasi, Yunardi, mengatakan perkembangan pembangunan KDMP di setiap kecamatan berbeda-beda. Saat ini, ada koperasi yang progres pembangunannya masih sekitar 2 persen, sementara sebagian lainnya telah mencapai 90 hingga 100 persen.

“Secara keseluruhan progres pembangunan sudah sekitar 50 persen. Yang sudah selesai 100 persen ada sekitar sembilan koperasi, bahkan menjelang sepuluh unit. Selebihnya masih dalam proses pembangunan dengan progres yang bervariasi,” kata Yunardi melalui sambungan telepon, Kamis, 24 Juli 2026.

Menurut Yunardi, Kecamatan Kluet Selatan menjadi wilayah dengan jumlah pembangunan KDMP terbanyak. Kondisi tersebut didukung oleh ketersediaan aset berupa tanah milik pemerintah daerah maupun pemerintah desa yang memenuhi persyaratan untuk pembangunan koperasi.

“Di Kluet Selatan jumlahnya lebih banyak karena mereka memiliki aset, baik aset pemerintah daerah maupun aset desa, yang memenuhi syarat untuk pembangunan koperasi,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, sejumlah koperasi yang telah selesai dibangun juga mulai menerima dukungan sarana operasional berupa kendaraan. Setelah peluncuran secara nasional, koperasi-koperasi tersebut akan mulai diisi dengan berbagai produk yang dipasarkan melalui gerai koperasi.

Yunardi menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, peluncuran Koperasi Desa Merah Putih secara nasional direncanakan berlangsung pada Agustus 2026 dan akan dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Meski demikian, jadwal resmi pelaksanaannya masih menunggu penetapan dari pemerintah pusat.

“Menurut informasi yang kami terima, launching secara nasional akan dilaksanakan pada bulan Agustus oleh Bapak Presiden. Untuk tanggal pastinya kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” katanya.

Ia menjelaskan, penyediaan barang dagangan untuk koperasi nantinya akan melibatkan PT Agrinas Nusantara. Namun, mekanisme distribusi dan pengelolaannya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat karena terdapat perubahan skema pelaksanaan.

“Sekarang mekanismenya berubah. Awalnya melalui desa, kemudian ada perubahan lagi sehingga melibatkan Agrinas. Untuk teknis pelaksanaannya kami masih menunggu arahan resmi,” jelasnya.

Di sisi lain, proses perekrutan tenaga operasional juga mulai berjalan. Pemerintah telah merekrut manajer koperasi yang nantinya bertanggung jawab mengelola operasional Koperasi Desa Merah Putih.

Untuk wilayah Aceh, jumlah manajer yang direkrut diperkirakan mencapai sekitar 1.500 orang. Mereka akan menerima surat keputusan (SK), mengikuti pelatihan, kemudian ditugaskan mengelola Koperasi Desa Merah Putih selama dua tahun. Sementara itu, proses rekrutmen tenaga kerja lainnya masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah.

“Informasi sementara yang kami peroleh, manajer koperasi sudah direkrut. Mereka akan mendapatkan SK, mengikuti pelatihan, kemudian ditugaskan selama dua tahun. Untuk rekrutmen tenaga kerja lainnya kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” tutup Yunardi.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT