Banda Aceh – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.K., menegaskan pentingnya memperkuat kemitraan antara Polri dan insan pers dalam menghadirkan informasi yang kredibel, edukatif, dan mampu membangun opini publik yang positif di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Hal tersebut disampaikan Kapolda Aceh saat menghadiri kegiatan silaturahmi bersama insan pers di Aula Presisi Polda Aceh, Banda Aceh, Selasa, 21 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Kapolda mengatakan bahwa digitalisasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh, mengonsumsi, hingga menyebarluaskan informasi. Meski membawa banyak manfaat, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan besar, terutama munculnya fenomena post-truth, yaitu kondisi ketika opini, emosi, dan persepsi lebih memengaruhi masyarakat dibandingkan fakta yang sebenarnya.
“Karena itu, tema yang kita usung dalam kegiatan ini, yaitu Mempererat Kemitraan Kapolda Aceh dengan Insan Pers Guna Mewujudkan Informasi yang Kredibel, Edukatif, dan Membangun Opini Publik, sangat relevan dengan kondisi saat ini,” ujar Ruddi.
Menurutnya, kemitraan antara Polri dan insan pers bukan sekadar kerja sama dalam menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi upaya bersama menjaga ruang publik tetap sehat melalui penyajian informasi yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi dan negara.
Kapolda juga mengajak seluruh insan pers untuk terus membudayakan prinsip “saring sebelum sharing” dengan memastikan setiap informasi telah melalui proses verifikasi sebelum dipublikasikan.
“Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran hoaks, disinformasi, maupun provokasi yang dapat merugikan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, ia berharap media massa terus menyajikan pemberitaan yang berimbang, mengedepankan kepentingan publik, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta menjadi perekat persatuan di tengah berbagai dinamika sosial.
Ruddi juga menegaskan bahwa Polri terbuka terhadap kritik yang disampaikan media, selama kritik tersebut bersifat objektif, berdasarkan fakta, dan disampaikan secara bertanggung jawab.
“Kritik yang objektif akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers atas dedikasi mereka dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, hubungan harmonis antara Polri dan media menjadi modal penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di Aceh.
“Ketika informasi yang disampaikan bersumber dari fakta, dikemas secara profesional, dan disampaikan secara bertanggung jawab, maka kepercayaan publik akan tumbuh dan stabilitas di tengah masyarakat akan semakin terjaga,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Nasir Nurdin, menyampaikan bahwa insan pers di Aceh siap menjadi mitra strategis Polda Aceh dalam menyampaikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat.
Menurut Nasir, PWI Aceh saat ini memiliki hampir 500 anggota yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh. Jumlah tersebut belum termasuk anggota organisasi profesi kewartawanan lainnya seperti Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan organisasi pers lainnya.
“Dengan potensi sebesar itu, insyaallah kami siap menjadi mitra strategis Kepolisian, khususnya Polda Aceh. Kami akan terus bersinergi mendukung Polri Presisi melalui karya jurnalistik yang berkualitas, beretika, dan berintegritas,” ujar Nasir.




