Asah Kemampuan Komunikasi Publik, Empat Mahasiswa Ilkom USK Magang di Bidhumas Polda Aceh

Empat mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala (USK) angkatan 2023 berfoto bersama polwan setelah resmi mengakhiri kegiatan magang di Subbidpenmas Bidhumas Polda Aceh, Senin 2 november 2026. Sumber foto : Sofi

Banda Aceh – Empat mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Syiah Kuala (USK), menjalani program magang selama dua bulan di bagian Penerangan Masyarakat (Penmas), Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Aceh.

Program magang ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung proses komunikasi publik di lingkungan kepolisian, khususnya dalam pengelolaan dan penyampaian informasi kepada masyarakat melalui pemberitaan.

Selama dua bulan pelaksanaan magang, para mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal proses kerja kehumasan, mulai dari memahami informasi mengenai kegiatan kepolisian, menyusun narasi berita, hingga mempelajari bagaimana informasi dikemas agar dapat disampaikan secara jelas, akurat, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai peran bagian Penmas dalam mendukung penyebaran informasi publik. Dalam praktiknya, penyusunan berita tidak hanya membutuhkan kemampuan menulis, tetapi juga ketelitian dalam mengolah informasi, menentukan sudut pandang pemberitaan, serta menjaga ketepatan data sebelum informasi dipublikasikan.

Mentor mahasiswa magang, Ipda Jabbar, mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USK di Bidhumas Polda Aceh, khususnya Subbidpenmas, menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan praktisi kehumasan.

Menurutnya, melalui kegiatan magang, mahasiswa dapat mengenal secara langsung proseskerja kehumasan, mulai dari peliputan kegiatan, pengumpulan dan verifikasi informasi, penulisan berita, hingga penyebarluasan informasi kepada publik. Pengalaman tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan komunikasi sekaligus memahami dinamika kerja kehumasan di suatu organisasi atau instansi.

Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan magang ini untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta membangun etos kerja yang profesional. Tidak hanya memahami aspek teknis kehumasan, mahasiswa juga perlu menjunjung tinggi akurasi, etika, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Setiap berita atau informasi yang kita keluarkan harus melalui proses penyuntingan, verifikasi, serta evaluasi dan persetujuan pejabat yang berwenang sebelum dipublikasikan agar informasi yang disampaikan tetap faktual, berimbang, mudah dipahami, dan sesuai dengan konteks kegiatan. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja serta membentuk insan komunikasi yang kompeten, berintegritas, dan bertanggung jawab,” ujarnya penuh harap.

Sementara itu, salah satu peserta magang, Sofi Agustina, menilai pengalaman di Subbidpenmas menjadi kesempatan untuk mempraktikkan langsung teori yang selama ini ia pelajari di bangku kuliah. Menurutnya, magang ini membantunya memahami bagaimana ilmu jurnalistik, komunikasi organisasi, dan strategi penyampaian pesan diterapkan dalam kerja kehumasan di institusi kepolisian.

Melalui program magang ini, keempat mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilan komunikasi, meningkatkan kemampuan menulis berita, serta memperoleh pengalaman kerja yang menjadi bekal untuk menghadapi dunia profesional setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kegiatan ini sekaligus memberikan pemahaman bahwa komunikasi publik memiliki peran penting dalam mendukung penyampaian informasi kepolisian kepada masyarakat secara informatif, bertanggung jawab, dan profesional,” ujarnya.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT