Mahasiswa magang Ilmu Komunikasi USK dibimbing Ipda Jabbar, S.H., M.Si., CPHR., saat belajar penulisan berita di Subbidpenmas Bidhumas Polda Aceh. Sumber foto: Dara
Banda Aceh — Empat mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Syiah Kuala (USK), mendapatkan pengalaman langsung dalam praktik jurnalistik dan kehumasan selama menjalani magang di Bidhumas Polda Aceh.
Salah satu pengalaman tersebut adalah menyaksikan proses pemusnahan barang bukti narkotika di Aula Meuligoe Polda Aceh, Selasa (8/9/2026), sekaligus belajar mengolah kegiatan tersebut menjadi bahan pemberitaan.
Keempat mahasiswa tersebut menjalani magang di Subbidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Bidhumas Polda Aceh selama dua bulan, terhitung sejak 1 September hingga 2 November 2026. Dalam kegiatan pemusnahan yang dipimpin Wakapolda Aceh saat itu, Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, mereka berkesempatan mengamati langsung proses pemusnahan sekaligus memahami bagaimana sebuah kegiatan kepolisian diliput dan diberitakan.
Berdasarkan data yang disampaikan Polda Aceh, barang bukti hasil pengungkapan kasus selama Juli hingga Agustus 2026 yang dimusnahkan terdiri atas 49.627 butir pil ekstasi, 569,65 gram sabu, 2.538 cartridge vape berisi etomidate, dan 3.827 mililiter liquid etomidate.
Tidak sekadar menyaksikan proses pemusnahan, para mahasiswa juga berkesempatan bertemu dan mengamati aktivitas wartawan dari berbagai media yang meliput kegiatan tersebut. Atas arahan mentor, mereka kemudian mendapat tugas menyusun siaran pers dan membuat konten dokumentasi sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Kami menyaksikan langsung bagaimana narkoba dimusnahkan. Di sana, kami juga bertemu wartawan dari berbagai media. Pengalaman ini menjadi hal baru bagi kami karena bisa melihat langsung bagaimana sebuah kegiatan diliput,” kata Dara, salah seorang mahasiswa magang.
Selama menjalani magang di Subbidpenmas, keempat mahasiswa tersebut mendapat bimbingan dari Mentor, Ipda Jabbar, S.H., M.Si., CPHR., selaku Paur Penum Subbidpenmas Bidhumas Polda Aceh. Mereka diajarkan teknik menyusun siaran pers, mengolah informasi hasil peliputan, hingga mengunggah berita ke situs media daring di bawah pendampingan mentor.
“Banyak hal baru yang kami pelajari dari Pak Jabbar. Dari beliau, kami jadi tahu cara menyusun rilis dan menerbitkan berita dengan benar. Kami juga belajar bagaimana memilih informasi yang penting untuk dimasukkan ke dalam berita,” ujar Dara.
Selain penulisan berita, mahasiswa juga mempelajari berbagai pekerjaan administrasi kehumasan, seperti menyusun kliping koran harian menjadi laporan, membuat lembar penerangan satuan (Pensat), serta membantu publikasi berita melalui SIPENMAS.
Berbagai tugas tersebut memberikan pemahaman bahwa pekerjaan kehumasan tidak hanya berkaitan dengan penulisan berita, tetapi juga mencakup dokumentasi, pengelolaan informasi, dan administrasi publikasi.
Pengalaman tersebut juga memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik kerja. Salah satunya terlihat dari berita yang ditulis dan diunggah Dara, kemudian diterbitkan oleh salah satu portal berita pada 9 Oktober 2026.
Berita tersebut mengangkat peresmian rumah rehabilitasi milik seorang janda eks kombatan GAM di Gampong Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan, yang dilakukan Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah pada Kamis (8/10/2026).
Menurut Dara, kegiatan selama magang memiliki keterkaitan erat dengan materi perkuliahan, khususnya jurnalistik, karena memberikan kesempatan untuk mempraktikkan proses pencarian, pengolahan, dan penyajian informasi.
Sementara itu, mentor mahasiswa magang, Ipda Jabbar menjelaskan bahwa kegiatan magang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami secara langsung proses kerja kehumasan, sekaligus mengembangkan keterampilan yang telah dipelajari di lingkungan akademik.
“Melalui kegiatan magang, mahasiswa dapat mengenal secara langsung proses kerja kehumasan, mulai dari peliputan kegiatan, pengumpulan dan verifikasi informasi, penulisan berita, hingga penyebarluasan informasi kepada publik,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan magang untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta membangun etos kerja profesional. Menurutnya, kemampuan teknis dalam mengolah informasi harus diimbangi dengan pemahaman terhadap prinsip-prinsip jurnalistik dan tanggung jawab kepada publik.
“Tidak hanya memahami aspek teknis kehumasan, mahasiswa juga perlu menjunjung tinggi akurasi, etika, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik,” ujarnya.