Mahasiswa Magang USK Pelajari Proses Pembuatan Rilis Bernilai Berita di Bidhumas Polda Aceh

Mahasiswa magang Universitas Syiah Kuala (USK) mempelajari proses penyusunan rilis berita bersama Ipda Jabbar, S.H., M.Si., CPHR., selaku mentor magang di Bidhumas Polda Aceh. Sumber foto: Dhecira.

Banda Aceh — Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Syiah Kuala (USK), resmi mengakhiri kegiatan magang di Subbidpenmas Bidhumas Polda Aceh pada Senin, 2 November 2026.

Selama dua bulan, sejak 1 September 2026, para mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam proses produksi hingga publikasi berita di lingkungan kehumasan kepolisian.

Dalam kurun waktu tersebut, mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan kehumasan, mulai dari peliputan, dokumentasi foto dan video, pengolahan informasi, penulisan siaran pers (press release), hingga mempelajari tahapan publikasi berita. Salah satu kegiatan yang mereka ikuti adalah konferensi pers pemusnahan barang bukti narkotika pada 8 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut mendokumentasikan kegiatan sekaligus mengamati proses kerja tim Humas dalam mengolah informasi dari lapangan hingga menjadi bahan pemberitaan.

Selain mengikuti peliputan, mahasiswa juga mendapat kesempatan mengolah hasil kegiatan menjadi konten dan siaran pers yang selanjutnya dievaluasi bersama mentor. Melalui proses tersebut, mereka memahami bahwa penyusunan berita membutuhkan ketelitian dalam memilih informasi, menentukan sudut pandang pemberitaan, serta menyajikannya sesuai dengan kebutuhan institusi.

Mahasiswa magang USK mengikuti konferensi pers di Polda Aceh untuk memperoleh bahan informasi dalam penyusunan konten dan rilis berita. Sumber foto: Dhecira.

Dhecira, salah seorang mahasiswa magang, mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapinya selama magang adalah beradaptasi dengan prosedur dan budaya kerja di lingkungan kepolisian, termasuk memahami tahapan pengolahan informasi menjadi berita.

“Pada awal magang, saya perlu mempelajari prosedur kerja dan memahami tugas-tugas di Subbidpenmas. Namun, melalui arahan dan bimbingan mentor, saya mulai memahami bagaimana pekerjaan kehumasan dilaksanakan, termasuk dalam proses mengolah informasi menjadi berita,” ungkap Dhecira.

Sementara itu, mentor mahasiswa magang, Ipda Jabbar, S.H., M.Si., CPHR., mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USK menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktisi kehumasan.

Menurutnya, kegiatan magang tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, tetapi juga memberikan pemahaman tentang tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Setiap berita atau informasi yang akan dipublikasikan harus melalui proses penyuntingan, verifikasi, serta koreksi dan evaluasi oleh pimpinan. Hal ini penting untuk memastikan informasi yang disampaikan tetap faktual, berimbang, mudah dipahami, dan sesuai dengan konteks kegiatan,” ujar Ipda Jabbar.

Ia berharap pengalaman selama magang dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan keterampilan dan membangun etos kerja profesional dengan menjunjung tinggi akurasi, etika, serta tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.

Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa tidak hanya berkesempatan menerapkan ilmu jurnalistik yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya verifikasi, evaluasi, dan koordinasi dalam menghasilkan informasi yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.(dl)

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT