Pengamat Harap Langkah Jokowi Tak Lagi Impor Beras, Jadi Awal Swasembada Pangan




Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengklaim harga beras di Indonesia dijual lebih murah dibanding negara lain. Hal ini diungkap usai adanya komparasi harga beras di Indonesia dengan negara lain seperti Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat.

Selain soal harga beras, Jokowi menegaskan Indonesia sudah tidak lagi mengimpor beras setelah sebelumnya mengimpor 1,5-2 juta ton beras setiap tahunnya. Hal itu diutarakan Kepala Negara saat berpidato dalam Rapat Kerja Nasional V Projo di Magelang, Sabtu, 21 Mei 2022.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, mengamini keberhasilan Jokowi. Dia meyakini hal itu tidak terlepas dari kinerja baik dari Kementerian Pertanian dan para pihak terkait.

“Memang ada keberhasilan itu, selama tiga tahun kita tidak impor beras. Artinya memang terkait dengan kinerja Kementan ada relevansinya, karena itu menjadi tanggung jawab tupoksinya,” kata Trubus saat dihubungi, Minggu, 22 Mei 2022.

Trubus berharap, capaian baik ini tidak menjadi pemerintah untuk berpuas diri, karena ini bukanlah sesuatu yang baru. Dia memandang, capaian ini dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan Nawa Cita sebagaimana yang diinginkan Presiden Jokowi.

“Ini salah satu tahap awal untuk memasuki kita harus memasuki swasembada pangan,” ungkap dia.

Selain itu, Trubus mendorong agar pemerintah mulai membuat kebijakan agar lahan produktif tetap ada. Sehingga tidak semua kawasan dijadikan lahan pemukiman.

“Untuk lahan-lahan produktif jangan dijadikan lahan pemukiman. Harus ada kebijakan untuk melarang total, sekarang ini kan baru bersifat parsial,” jelas Trubus.

Kendati demikian, Jokowi mengakui, Indonesia memang masih mengimpor beras-beras khusus dari luar negeri, misalnya beras khas Jepang, Korea, dan India untuk konsumsi warga negara tersebut di Indonesia.

“Meskipun ada impor, kecil, tapi itu beras-beras khusus,” ujar mantan wali kota Solo tersebut.

Jokowi melanjutkan, harga beras di Indonesia juga berada di bawah rata-rata, yakni Rp 10.700 per kilogram.

Ia membandingkan dengan harga beras di Korea Selatan sebesar Rp 53.000 per kilogram, Rp 52.000 kilogram di Amerika Serikat, dan Rp 18.000 per kilogram di Filipina.

“Ini yang harus kita syukuri dan kita sudah 3 tahun ini tidak impor, yang namanya beras tidak impor sama sekali sudah tiga tahun,” kata Jokowi.

spot_img
spot_img
spot_img

TERBARU

spot_img

BERITA TERHANGAT

BERITA MINGGUAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT