PUSDA Gelar Diskusi Publik Terkait Arah Pembangunan Ekonomi Aceh

Banda Aceh, JBA – Pusat Studi Pemuda Aceh (PUSDA) melaksanakan Diskusi Publik: Arah Baru Pembangunan Ekonomi dalam Memperkuat UMKM dan Investasi Aceh. Acara ini dihadiri pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), di Banda Aceh, Senin, 6 Juli 2026.

Perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Fauzi Mahmuddin mengatakan kewenangan instansinya hanya mengelola mineral, energi dan batu bara (Minerba). Meskipun hanya fokus pada tambang, namun bisnis minerba punya dampak nyata terhadap UMKM. Contoh di Aceh Barat, dahulu masih sangat minim penduduk di kawasan perbatasan, tapi sejak ada PT Mifa, penduduk makin ramai dan ekonomi masyakarat juga mulai berkembang melalui UMKM.

“Contoh lain di PT Solusi Bangun Andalas (SBA), ada produk UMKM masyarakat di sekitar tambang yang mendapatkan hasil bagus dan diminati konsumen. Jadi ketika ada tambang pasti ada multi efek yang melahirkan UMKM seperti kios dan rumah makan,” katanya saat menyampaikan materi diskusi.

Direktur Komersial PT PEMA, Faisal Ilyas mengatakan selama ini ada pencapaian yang dilakukan PT PEMA. Harga gas mengalami kenaikan pada tahun 2025 sehingga setoran dalam bentuk pendapatan asli Aceh (PAA) ke Pemerintah Aceh juga naik. Sektor lain, PT PEMA hadir untuk mendampingi petani kopi dan mengekspor kopi ke luar negeri.

“Ini upaya PT PEMA masuk dalam komoditi unggulan Aceh, supaya produksi kopi meningkat dan harganya menguntungkan petani kopi,” ucap Faisal Ilyas dalam acara yang dihadiri Ketua PUSDA, Heri Safrizal dan Ketua Panitia, Syarbaini.

Ia menegaskan PT PEMA serius membantu UMKM yang punya komitmen tinggi untuk maju dan menjadi bagian dari pendukung ekonomi Aceh. Tak hanya itu, dalam internal instansi, PT PEMA terus memperbaiki tata kelola, dengan harapan bisa menjadi penyumbang pendapatan asli Aceh (PAA). Pemerintah Aceh banyak beban untuk meningkatkan kesejahteraan Aceh seperti JKA, itu sebab kami komitmen menjadi perusahaan yang berkontribusi nyata terhadap PAA.

Sementara akademisi Universitas Abulyatama, Dr Usman Lamreung mengatakan investasi yang paling penting adalah sektor ril yang langsung menyentuh masyarakat bawah. Misalnya sektor pariwisata. Jika pemerintah fokus pada kuliner, fashion, pariwisata, perikanan, dan pertanian pasti ekonomi rakyat makin cepat maju dibandingkan tambang.

“Jika dikelola dengan
baik sektor pariwisata, sangat cepat perputaran ekomoni. Apalagi pada musim libur sekolah, banyak masyarakat yang berwisata. Seandainya pelaku UMKM siap menyambut wisatawan, pasti akan memperbaiki iklim ekonomi Aceh,” tegas Usman Lamreung di hadapan puluhan peserta diskusi.

Ia menyebutkan, selama ini pemerintah tidak berkoordinasi secara baik dengan pelaku wisata, pengusaha travel dan perhotelan. Jika ada koordinasi dengan baik, pasti wajah ekonomi Aceh lebih baik. Ia berharap UMKM diberdayakan secara berkelanjutan, agar bisa mandiri dan bersaing dengan UMKM luar. Digitalisasi harus dikuasai supaya strata UMKM meningkat.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT