Kutacane, JBA – Komandan Kodim (Dandim) 0108/Aceh Tenggara, Letkol Czi Arya Murdyantoro, S.T., melaksanakan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan jembatan beton yang menghubungkan antar desa dan antar kecamatan di Desa Lawe Sikap I, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (1/7/2026). Peninjauan tersebut merupakan bentuk komitmen TNI AD melalui Kodim 0108/Aceh Tenggara dalam mengawal pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan, baik dari aspek kualitas konstruksi, keselamatan kerja, maupun ketepatan waktu pelaksanaan. Keberadaan jembatan beton ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang atas kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang aman, kuat, dan mampu mendukung peningkatan aktivitas sosial maupun ekonomi di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Dandim didampingi oleh sejumlah personel Kodim 0108/Aceh Tenggara, termasuk Babinsa Koramil 0108-04/Babussalam, Koptu Suharto, yang selama ini aktif melaksanakan pendampingan di lapangan bersama masyarakat dan pihak pelaksana pembangunan. Kehadiran Babinsa menjadi bagian dari upaya pembinaan teritorial sekaligus memastikan pembangunan berlangsung dengan lancar melalui sinergi antara TNI, pemerintah, dan warga.
Di sela-sela peninjauan, Letkol Czi Arya Murdyantoro menegaskan bahwa pembangunan jembatan beton tersebut memiliki arti strategis karena akan membuka akses transportasi yang lebih baik antara desa dan kecamatan. Infrastruktur yang memadai diyakini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian, kemudahan akses menuju pasar, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga mempercepat mobilitas masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah pedesaan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi. Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan sarana dan prasarana yang berkelanjutan.
“Pembangunan infrastruktur seperti jembatan ini memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Selain memperlancar konektivitas antarwilayah, keberadaannya juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mempermudah masyarakat memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan. Karena itu, kami terus melakukan pemantauan agar proses pembangunannya berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Dandim.
Lebih lanjut, Letkol Czi Arya Murdyantoro mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong serta mendukung kelancaran pembangunan hingga selesai. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh masyarakat agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah dan aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang,” tegasnya.
Selama ini masyarakat Desa Lawe Sikap I masih mengandalkan jembatan lama yang terbuat dari papan kayu sebagai akses utama. Seiring berjalannya waktu, kondisi jembatan tersebut mengalami kerusakan pada beberapa bagian sehingga dinilai kurang aman untuk dilalui, terutama ketika musim hujan karena permukaan kayu menjadi licin dan berisiko membahayakan keselamatan pengguna.
Oleh karena itu, pembangunan jembatan beton menjadi harapan besar bagi masyarakat sebagai solusi permanen untuk menggantikan jembatan lama. Dengan konstruksi yang lebih kuat dan tahan lama, jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dalam berbagai sektor, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Lawe Sikap I, Jamhuri (51), menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di daerahnya. Menurutnya, pembangunan jembatan beton merupakan impian yang telah lama dinantikan karena akan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi seluruh warga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, serta Kodim 0108/Aceh Tenggara yang telah memperhatikan kebutuhan masyarakat. Selama ini kami melewati jembatan papan yang kondisinya sudah rusak dan cukup membahayakan. Dengan dibangunnya jembatan beton ini, kami merasa lebih tenang karena nantinya akses menuju kebun, sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan akan menjadi lebih aman, nyaman, dan lancar. Kami siap mendukung serta menjaga jembatan ini agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam waktu yang lama,” ungkapnya.
Melalui pembangunan jembatan beton tersebut, diharapkan konektivitas antar desa dan antar kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara semakin baik, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan. Kehadiran TNI melalui Kodim 0108/Aceh Tenggara dalam mengawal proses pembangunan juga menjadi bukti nyata komitmen TNI untuk selalu hadir membantu pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang merata, aman, dan berkelanjutan.




