TNI dan Warga Laksanakan Pemasangan Rangka Lantai Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko

Kutacane, JBA – Semangat kebersamaan, kepedulian, dan budaya gotong royong kembali ditunjukkan oleh Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara (Agara) bersama masyarakat dalam mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara. Memasuki tahapan lanjutan pembangunan, Babinsa bersama warga melaksanakan pemasangan rangka lantai jembatan yang menjadi bagian penting dari konstruksi utama, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan kekompakan. Sejak pagi hari, personel Babinsa bersama masyarakat bahu-membahu mengangkat material, menyusun rangka besi, serta memasang lantai jembatan secara bertahap. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar konstruksi yang dibangun memiliki kualitas yang baik, kuat, dan aman untuk digunakan oleh masyarakat setelah pembangunan selesai.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga menjadi penyemangat bagi warga untuk terus menjaga kebersamaan dalam menyelesaikan pembangunan yang sangat dinantikan tersebut. Sinergi yang terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat terus terpelihara dalam setiap kegiatan pembangunan di wilayah.

Babinsa Desa Teger Miko, Sertu Turwadi, mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menghadirkan sarana transportasi yang aman dan layak bagi warga.

Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peranan yang sangat penting karena merupakan akses utama yang digunakan masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, seperti menuju lahan pertanian, perkebunan, mengangkut hasil panen, hingga sebagai jalur penghubung antarwilayah.

Ia menjelaskan bahwa jembatan lama mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu hingga hanyut terbawa derasnya arus sungai. Kondisi tersebut menyebabkan mobilitas masyarakat menjadi terganggu karena warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dengan waktu tempuh yang lebih lama serta tingkat risiko yang lebih tinggi.

“Sebagai Babinsa, sudah menjadi tugas kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi setiap kesulitan yang dihadapi warga. Melalui gotong royong ini, kami berharap pembangunan jembatan dapat segera selesai sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan lancar,” ujar Sertu Turwadi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Babinsa sebagai aparat teritorial memiliki tanggung jawab untuk selalu peka terhadap berbagai kondisi yang berkembang di wilayah binaannya. Kehadiran Babinsa tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga berperan aktif dalam membantu pemerintah daerah mengatasi berbagai kesulitan masyarakat, termasuk mendukung pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan mendesak.

Menurutnya, budaya gotong royong yang terus dipelihara merupakan modal utama dalam mempercepat pembangunan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Dengan kebersamaan yang terjalin erat, setiap tantangan di lapangan dapat dihadapi secara bersama-sama sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai target yang telah direncanakan.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Desa Teger Miko dan sekitarnya. Selain memperlancar mobilitas warga, keberadaan jembatan nantinya akan mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan, mempercepat akses menuju fasilitas pendidikan, meningkatkan kemudahan pelayanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.

Antusiasme masyarakat terhadap pembangunan jembatan juga terlihat sangat tinggi. Warga dengan sukarela bergotong royong bersama Babinsa dalam setiap tahapan pekerjaan tanpa mengenal lelah. Semangat kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur akan lebih cepat terwujud apabila didukung oleh partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Salah seorang tokoh masyarakat, Asrul (55), menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Babinsa beserta seluruh jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara yang telah menginisiasi serta menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama membangun kembali jembatan gantung yang menjadi harapan warga selama ini.

“Selama ini pembangunan jembatan memang sering direncanakan, tetapi belum juga terlaksana. Alhamdulillah, berkat inisiatif dan semangat Babinsa yang mengajak warga bergotong royong, pembangunan akhirnya dapat berjalan. Kami merasa sangat terbantu dan berharap jembatan ini segera selesai agar aktivitas masyarakat kembali normal. Kehadiran Babinsa benar-benar memberikan semangat dan menjadi contoh bagi kami untuk terus menjaga budaya gotong royong,” ungkap Asrul.

Melalui sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko diharapkan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan. Kehadiran jembatan tersebut nantinya tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT