Pidie Jaya, JBA — Komitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia dan menanamkan nilai-nilai ke-NU-an terus diwujudkan oleh Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Pidie Jaya. Salah satunya melalui keikutsertaan dua kader terbaik dalam Pendidikan Dasar – Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan XII yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh. Jum’at, 3 Juli 2026
Kegiatan yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 M / 18–20 Muharram 1448 H tersebut dipusatkan di Dayah Ashhabul Yamin Al-Aziziyah, Gampong Tumpok Mesjid, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara. Lebih dari 400 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh mengikuti proses kaderisasi ini sebagai ikhtiar melahirkan kader Nahdlatul Ulama yang memiliki wawasan keislaman, kebangsaan, kepemimpinan, serta kemampuan menggerakkan organisasi di tengah masyarakat.
Dari PD IPARI Pidie Jaya, Sabda, S.H, selaku Ketua PD IPARI Pidie Jaya, mengikuti kegiatan bersama Muhammad Nadhir, S.Sos.I, anggota PD IPARI Pidie Jaya. Keikutsertaan keduanya menjadi wujud keseriusan organisasi dalam meningkatkan kapasitas kader, memperluas jejaring, serta memperkuat kolaborasi dengan keluarga besar Nahdlatul Ulama.
Tidak hanya mengirimkan peserta, Kabupaten Pidie Jaya juga mendapat kehormatan melalui kehadiran Zahari, S.Ag., M.H, Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Pidie Jaya, Sekaligus Katib PCNU Kabupaten Pidie Jaya, yang dipercaya sebagai Instruktur PWNU Aceh dalam kegiatan tersebut. Amanah yang diberikan kepada beliau menjadi pengakuan atas kompetensi, pengalaman, dan dedikasinya dalam membina kader serta mengembangkan pendidikan kader di lingkungan Nahdlatul Ulama.
PD-PKPNU bukan sekadar forum pelatihan, melainkan proses pembentukan karakter kader yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Melalui pendidikan ini, para peserta dibekali pemahaman ideologi, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, manajemen organisasi, serta semangat pengabdian yang berorientasi pada kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.
Keikutsertaan kader PD IPARI Pidie Jaya sebagai peserta, disertai kontribusi putra daerah sebagai instruktur, menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara IPARI, Kementerian Agama, dan Nahdlatul Ulama. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan penyuluh agama yang profesional, moderat, berintegritas, serta adaptif dalam menjawab tantangan dakwah dan pembinaan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Semangat belajar, mengabdi, dan menggerakkan organisasi yang tumbuh melalui PD-PKPNU diharapkan menjadi bekal bagi kader IPARI untuk terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang berkualitas sekaligus memperkuat peran organisasi dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berkemajuan.




