Jantho, JBA — Kolaborasi antarstakeholder pariwisata dinilai perlu diperkuat guna mendorong pengembangan sektor wisata di Pulo Aceh agar lebih dikenal dan mampu menarik lebih banyak wisatawan.
Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan kolaborasi antara Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Aceh Besar bersama Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) yang berlangsung pada 9–11 Mei 2026 di sejumlah destinasi wisata Pulo Aceh.
Rombongan mengunjungi beberapa lokasi potensial seperti Pasie Lambaro, Balu, Rinon, Meulingge, hingga Mercusuar Willem Torren untuk melihat langsung kondisi lapangan serta peluang pengembangan wisata bahari dan wisata berbasis masyarakat.
Ketua HPI Aceh Besar, Syahrizal alias Aduntea, mengatakan Pulo Aceh memiliki potensi wisata yang sangat besar, namun membutuhkan dukungan bersama dari seluruh pihak agar dapat berkembang secara maksimal.
“Kolaborasi stakeholder pariwisata perlu lebih erat dan mantap. Pemerintah, pelaku wisata, masyarakat, komunitas, hingga sektor swasta harus berjalan bersama agar pengembangan wisata Pulo Aceh lebih terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan wisata tidak hanya berbicara soal destinasi, tetapi juga kesiapan fasilitas pendukung seperti transportasi, homestay, restoran yang representatif, kebersihan kawasan, hingga promosi digital yang konsisten.
Selain itu, masyarakat lokal dinilai memiliki peran penting dalam menjaga daya tarik wisata Pulo Aceh. Dukungan masyarakat melalui pelayanan yang ramah dan kesiapan menerima wisatawan menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkesan.
Melalui kunjungan tersebut, HPI Aceh Besar dan BPKS berharap lahir langkah-langkah konkret dalam membangun paket wisata terpadu yang dapat menghubungkan potensi wisata Sabang dan Pulo Aceh sebagai destinasi wisata unggulan di Aceh.
Dengan potensi alam yang masih asri dan suasana kepulauan yang khas, Pulo Aceh diyakini mampu menjadi magnet baru wisata bahari apabila didukung sinergi dan komitmen bersama seluruh stakeholder pariwisata. (Aduntea)




