Meulaboh — Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si, menegaskan bahwa mahasiswa harus tampil sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Aceh.
Penegasan tersebut disampaikan dalam kuliah umum pada sharing session bertema “Peran Strategis Mahasiswa sebagai Garda Terdepan Penanggulangan Narkoba di Aceh” yang digelar di Universitas Teuku Umar (UTU), Meulaboh Rabu 6 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 mahasiswa serta unsur pimpinan kampus.
Dalam pemaparannya, Dedy Tabrani mengungkapkan bahwa Aceh masih berada dalam ancaman serius peredaran narkoba, termasuk keterlibatan jaringan internasional. Ia menyoroti dampak besar penyalahgunaan narkotika terhadap generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agent of change sekaligus kontrol sosial. Oleh karena itu, mereka tidak cukup hanya menjaga diri, tetapi juga harus aktif menggerakkan kampanye anti-narkoba di tengah masyarakat.
“Mahasiswa adalah kekuatan intelektual dengan daya kritis tinggi. Mereka harus berada di garis depan untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba,” ujarnya.
Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si, turut mengapresiasi kehadiran BNNP Aceh di kampus tersebut. Ia menekankan pentingnya penguatan pemahaman mahasiswa terhadap bahaya narkoba agar tidak hanya sadar, tetapi juga berani bersikap tegas menolak penyalahgunaan narkotika.
“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang aktif menyebarkan edukasi dan membangun lingkungan kampus yang bersih dari narkoba,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung dinamis melalui diskusi interaktif. Para mahasiswa mengangkat berbagai isu, mulai dari maraknya peredaran narkoba di kalangan generasi muda, modus operandi jaringan, hingga langkah pencegahan yang efektif di lingkungan kampus.
Menanggapi hal tersebut, Dedy Tabrani mengapresiasi partisipasi aktif mahasiswa dan mendorong mereka untuk terus meningkatkan literasi serta keberanian dalam melawan narkoba.
Ia juga mengajak seluruh elemen kampus untuk memperkuat sinergi dengan BNN melalui edukasi berkelanjutan, kampanye masif, serta pembentukan relawan anti-narkoba di lingkungan perguruan tinggi.
BNNP Aceh menilai kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif mahasiswa, menjadi kunci dalam menekan peredaran narkoba di Aceh. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh komitmen kolektif mahasiswa sebagai pelopor gerakan anti-narkoba demi mewujudkan Aceh yang bersih dari narkoba.




