MPU Banda Aceh Ajak Pemerintah dan Warga Tertibkan Pengamen Tak Sesuai Kearifan Lokal

Banda Aceh, JBA – Lembaga Majelis Ulama Kota Banda Aceh mengajak Pemerintah Kota Banda Aceh bersama seluruh elemen masyarakat untuk tidak memberikan ruang bagi aktivitas pengamen yang melanggar syariat Islam dan mengganggu ketertiban umum di wilayah Kota Banda Aceh.

Hal tersebut disampaikan menyikapi maraknya aktivitas mengamen di sejumlah titik keramaian seperti persimpangan jalan, lampu merah, Cafee , Distinasi wisata dan pusat keramaian yang dinilai sudah tidak sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam dan adat masyarakat Aceh.

*Ketua Majelis Ulama Kota Banda Aceh, [Tgk H Syibral Malasyi ] mengatakan bahwa mencari nafkah adalah perbuatan mulia dalam Islam. Namun cara mencarinya harus sesuai syariat dan tidak merugikan orang lain.

“Kami menghargai setiap upaya mencari rezeki yang halal. Tetapi Islam juga mengajarkan agar tidak melakukan perbuatan yang mengganggu, memaksa, dan melanggar norma. Apalagi di Banda Aceh yang menerapkan syariat Islam,” ujar beliau.

Beberapa poin yang menjadi perhatian MPU kota banda aceh

1. Melanggar Syariat: Adanya lirik lagu, penampilan, dan perilaku yang tidak sesuai dengan syariat Islam.
2. Mengganggu Ketertiban Umum: Mengamen di badan jalan, memaksa pengguna jalan, dan menimbulkan kemacetan serta kegaduhan bagi pengunjung dan warga sekitar
3. Merusak Keindahan serta kenyamanan Kota: Meninggalkan sampah dan menimbulkan kesan tidak nyaman dan tertib di ruang publik sehingga memicu keresahan bagi kedamaian kota banda aceh.

Untuk itu, MPU Kota Banda Aceh mengajak :

1. Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Satpol PP dan dinas terkait untuk melakukan penertiban secara humanis dan berkelanjutan.
2. Masyarakat untuk tidak melayani para pengamen yang melanggar syariat dan mengganggu ketertiban.
3. Menyediakan wadah bagi para seniman dan pengamen yang ingin tampil sesuai syariat di tempat-tempat yang telah disediakan, seperti pusat kesenian atau event resmi.

“Mari kita jaga Banda Aceh sebagai Kota Serambi Mekkah,kota Kolaborasi yg tertib dan damai, agar nilai syariat dan kenyamanan publik tetap terjaga,” tutupnya.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT