IPARI Banda Aceh Peringati Harlah IPARI ke-1 dan Penanaman Pohon

Banda Aceh, JBA – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kota Banda Aceh memeriahkan hari ulang tahun (Harlah) IPARI ke-1, dengan kegiatan penanaman pohon, pembersihan lingkungan (zero plastik) sekaligus diskusi tentang Theologi Lingkungan.

Sebagai wujud nyata kepedulian penyuluh agama terhadap alam dan lingkungan, serta menyikapi edaran PP IPARI No.43 tahun 2024, yang mengamanahkan penyuluh agama di seluruh Indonesia bergerak secara serentak melaksanakan penanaman sejuta pohon, zero plastik serta diskusi tentang theologi lingkungan perspektif agama.

Kegiatan yang dipusatkan di area pemakaman ulama besar Aceh, Syiah Kuala ini dihadiri juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, H Salman Arifin, S.Pd.M.Ag, Kasubbag TU Kemenag Banda Aceh, Kasi Bimas Islam serta para penyuluh agama.

H Salman menyampaikan dalam kehidupan manusia, terutama penyuluh agama harus peduli dengan lingkungan, seperti masjid dan rumah, tempat bekerja serta lingkungan sekolah. Semua itu jangan hanya jadi formalitas.

“Jangan simbolik dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Peran penyuluh agama, katanya, sangat strategis. Penyuluh harus mampu mengedukasi masyarakat dan berada di semua lini, karena aturan agama ada di setiap sendi kehidupan. Umat Islam harus menjadi tokoh pemerhati dan pengelola lingkungan.

Menurutnya, tidak ada unsur bidah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Itu perintah Allah dan juga perintah Rasul. Penyuluh harus berkontribusi dan terlibat langsung melaksanakan setiap program Kementerian Agama.

H Salman mengapresiasi rangkaian kegiatan yg dilaksanakan oleh IPARI.

Ketua PD IPARI Kota Banda Aceh, Rosmiati mengatakan 26 Mei merupakan hari lahirnya IPARI. Momentum harlah IPARI diisi dengan kegiatan sosial merupakan wujud nyata kepedulian penyuluh agama terhadap alam dan lingkungan.

Sebagaimana tema Harlah IPARI ke-1, yaitu “Rawat Bumi. Tebar Moderasi”. Pengambilan lokasi penanaman pohon dan pembersihan lingkungan di area pemakaman sekaligus menjadikan area pemakaman ulama menjadi sejuk dan rimbun.

“Insyaallah akan memberikan kenyamanan bagi para peziarah yang datang dari berbagai daerah dan penjuru negeri. Mari bersama kita jaga dan rawat bumi demi anak cucu nanti,” Rosmiati.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT