Banda Aceh, JBA – Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Rumah Amal Masjid Jamik USK kembali melaksanakan Program Qurban 1447 Hijriah sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Jamik USK pada Kamis, 28 Mei 2026, ini dihadiri langsung oleh Rektor USK, Prof. Dr. Mirza Tabrani, jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, relawan, mahasiswa, serta pengurus Rumah Amal Masjid Jamik USK.
Mengusung tema “Green Qurban: Sehati – Sehat, Halal, Aman, Tepat Sasaran, dan Istimewa”, pelaksanaan qurban tahun ini tidak hanya berfokus pada aspek ibadah dan distribusi manfaat, tetapi juga mengedepankan prinsip kepedulian lingkungan melalui penggunaan daun jati sebagai pembungkus daging qurban dan totebag ramah lingkungan sebagai wadah distribusi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen USK dan Rumah Amal Masjid Jamik USK dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta mendorong praktik qurban yang lebih berkelanjutan.
Pelaksanaan qurban tahun ini, Rumah Amal Masjid Jamik USK menerima amanah dari para shohibul qurban yang berasal dari dosen, tenaga kependidikan, pimpinan universitas, alumni, mitra, dan masyarakat umum. Dari amanah tersebut, berhasil dihimpun dan disembelih sebanyak 21 ekor hewan qurban, yang terdiri atas 11 ekor sapi dan 10 ekor kambing.
Untuk memastikan pelaksanaan qurban berjalan sesuai syariat Islam, standar kesehatan hewan, serta prinsip keamanan pangan, proses penyembelihan melibatkan Juru Sembelih Halal (JULEHA) yang telah memiliki kompetensi dalam tata cara penyembelihan sesuai ketentuan syariat. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat pendampingan dari tim SPPHQ (Supervisi Pemeriksaan dan Penyembelihan Hewan Qurban) yang melakukan pemeriksaan kondisi hewan, pengawasan proses penyembelihan, hingga memastikan penanganan daging qurban berlangsung secara higienis dan sesuai standar yang berlaku.
Seluruh proses penyembelihan dilaksanakan secara profesional dengan melibatkan panitia, relawan, mahasiswa, serta tenaga ahli yang telah mendapatkan pembekalan teknis. Setelah proses penyembelihan, daging qurban dikemas dan didistribusikan secara tertib kepada para penerima manfaat yang telah didata sebelumnya.
Melalui program ini, sebanyak 852 penerima manfaat menerima daging qurban. Penerima manfaat tersebut terdiri dari shohibul qurban, relawan, petugas keamanan (security), dan petugas kebersihan yang bertugas di berbagai fakultas, unit kerja, dan fasilitas pendukung di lingkungan Universitas Syiah Kuala.
Pelaksanaan qurban ini tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga bentuk penghargaan dan perhatian kepada para pekerja yang selama ini berkontribusi besar dalam mendukung aktivitas akademik maupun non-akademik di lingkungan kampus.
Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Mirza Tabrani, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa qurban merupakan ibadah yang mengandung nilai spiritual sekaligus sosial yang sangat mendalam. Menurutnya, semangat berbagi yang terkandung dalam qurban harus terus dipelihara dan diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.
“Iduladha mengajarkan kita tentang makna pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian. Melalui qurban, kita belajar bahwa keberkahan tidak hanya dirasakan ketika menerima, tetapi juga ketika memberi. Saya mengapresiasi seluruh shohibul qurban yang telah mempercayakan amanahnya melalui Rumah Amal Masjid Jamik USK. Qurban ini merupakan wujud kepedulian keluarga besar USK kepada sesama, khususnya kepada para petugas keamanan dan petugas kebersihan yang telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung aktivitas kampus setiap harinya,” ujar Prof. Mirza.
Sementara itu, Direktur Rumah Amal Masjid Jamik USK, Tedy Kurniawan Bakri, M.Farm., Apt., menyampaikan bahwa program qurban merupakan salah satu bentuk pengelolaan amanah yang setiap tahun dipercayakan kepada Rumah Amal Masjid Jamik USK oleh berbagai pihak.
“Alhamdulillah, pada tahun ini kami menerima amanah qurban dari sivitas akademika USK, alumni, mitra, dan masyarakat umum. Amanah tersebut diwujudkan dalam 11 ekor sapi dan 10 ekor kambing yang disembelih dan didistribusikan kepada 852 penerima manfaat. Kami berupaya memastikan bahwa seluruh proses mulai dari penghimpunan, pemeriksaan kesehatan hewan, penyembelihan, hingga distribusi dilaksanakan secara profesional, transparan, halal, aman, dan tepat sasaran. Keterlibatan JULEHA dan tim SPPHQ menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas pelaksanaan qurban yang sesuai syariat dan standar kesehatan,” ungkapnya.
Menurut Tedy, qurban bukan hanya tentang membagikan daging, tetapi juga tentang membangun rasa persaudaraan, menghadirkan kebahagiaan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep Green Qurban yang diterapkan pada tahun ini.
“Di balik setiap paket qurban yang diterima, terdapat keikhlasan para shohibul qurban yang ingin berbagi rezeki dan kebahagiaan. Kami berharap program ini tidak hanya memberikan manfaat secara material, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan dan perhatian kepada pegawai USK yang selama ini telah mengabdi dengan penuh tanggung jawab. Melalui Green Qurban, kami juga ingin mengajak masyarakat untuk menjalankan ibadah qurban yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tedy menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran program qurban tahun ini.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh shohibul qurban yang telah mempercayakan pelaksanaan ibadah qurbannya melalui Rumah Amal Masjid Jamik USK. Terima kasih juga kepada Bapak Rektor, pimpinan universitas, para dosen, tenaga kependidikan, alumni, mitra, tim JULEHA, tim SPPHQ, relawan, mahasiswa, serta seluruh panitia yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan ini. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah qurban yang telah ditunaikan dan membalas setiap kebaikan dengan pahala serta keberkahan yang berlipat ganda,” tuturnya.
Pelaksanaan qurban berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan gotong royong. Sejak pagi hari, panitia dan relawan bekerja sama mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pemeriksaan hewan qurban, penyembelihan, pencacahan daging, pengemasan menggunakan daun jati, hingga pendistribusian menggunakan totebag ramah lingkungan kepada para penerima manfaat. Semangat kolaborasi yang ditunjukkan oleh seluruh pihak menjadi cerminan nilai-nilai kebersamaan yang terus dijaga di lingkungan Universitas Syiah Kuala.
Melalui Program Qurban 1447 H bertema Green Qurban ini, Universitas Syiah Kuala bersama Rumah Amal Masjid Jamik USK kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kampus sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Semangat qurban menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah institusi tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kepedulian terhadap sesama, kebermanfaatan sosial, serta kemampuan menghadirkan keberkahan bagi mereka yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan universitas.




