Penyuluh Penulis Kreatif Ikut Bimtek Literasi DPKA

Banda Aceh, JBA – Dua Penyuluh Agama Islam Kabupaten Aceh Besar Amiruddin dan Baihaqi yang tergabung dalam Penyuluh Penulis Kreatif (PPK) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi untuk Pegiat Literasi Tahun Anggaran 2026, yang dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) di Aula DPKA, Banda Aceh, Kamis, 7 Mei 2026.

Ketua PPK, Amiruddin mengatakan literasi informasi suatu keniscayaan bagi masyarakat era digital. Derasnya arus informasi mengharuskan setiap orang untuk sortir informasi demi menyesuaikan dengan konteks dan kebutuhan.

Lebih dari itu, sebut Amiruddin, informasi yang disajikan di media massa dan media sosial perlu melalui tahapan sensor dan penulusuran ulang, yang dalam bahasa agama disebut tabayyun. Sepatutnya jangan mengkonsumsi informasi tanpa validitas, karena dapat berdampak pada tindakan berikutnya baik tindakan negatif atau positif, terutama bagi penerima informasi.

“Informasi valid dan yang diterima dari berbagai sumber dapat membuat kita bijak. Kita bijak saat bisa melihat apa pun dari banyak sisi, termasuk informasi dari berbagai sudut pandang. Itu sebab kita akan bijak saat usia tua, karena banyak pengalaman,” jelas pria yang biasa disapa Abu Teuming ini didampingi Sekretaris PPK, Baihaqi.

Abu Teuming menjelaskan PPK merupakan komunitas literasi yang dipelopori oleh Penyuluh Agama Islam (PAI), sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi penyuluh agama dalam menulis.

“Kami penyuluh ada lembaga binaan yang wajib diberikan penyuluhan. Sementara penyuluhan itu wajib berbasis materi yang ditulis oleh penyuluh agama. Inilah yang ingin kita budayakan,” tegas Abu Teuming yang juga pengelola blog pribadi abuteuming.com.

Selain itu, pungkasnya, PPK menggerak penyuluh agama agar terus membudayakan membaca sebagai gaya berprofesi. Penyuluh agama merupakan dai yang memang wajib mendapatkan banyak informasi lewat membaca, mendengar, dan sebagainya, kemudian disampaikan dalam tugas dakwahnya.

Menurutnya, PPK memperluas jangkauan kegiatan literasi terhadap lembaga binaan, baik di kalangan pemuda, remaja, TPQ dan majelis taklim. Hal ini dilakukan supaya dampak literasi lebih luas demi menciptakan masyarakat islami, berwawasan luas, dan berperadaban.

Terhadap calon pengantin, kata Abu Teuming, telah diterapkan program literasi dalam rangka mewujudkan minat baca pengantin. Saat bimbingan Catin di Kantor Urusan Agama (KUA), mereka diberikan kesempatan membaca materi terkait pernikahan baik via buku, modul, dan artikel di platform digital.

“Harapannya, kebiasaan membaca Catin dan pengantin baru tentang munakahat dan ketahanan rumah tangga lebih meningkat. Kita ingin rumah tangga mereka menghidupkan budaya membaca buku,” tutup Abu Teuming yang juga Penyuluh Agama Islam KUA Baitussalam, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT