Ketua Pandawa 5 Aceh: Politik Itu Persahabatan untuk Mencapai Tujuan

Jakarta — Perkembangan global melahirkan milenial menuju zaman ‘X’, di mana zaman tersebut akan dikuasai generasi muda milenial. Generasi milenial adalah kekuatan yang tidak terbaca publik.

Dalam politik, kekuatan milenial juga mulai diperhitungkan. Walaupun didominasi anak muda, milenial lebih berpeluang untuk menang dan finish sampai tujuan, karena politik itu bukan pertempuran yang hanya mengandalkan kekuatan. Namun, politik itu persahabatan untuk mencapai tujuan.

Menurut Ketua Pandawa 5 Aceh, Gumarni, jika kita menganggap politik itu pertempuran, berarti kita sudah salah minum obat alias salah kaprah. Akibatnya bisa berbahaya pada tubuh yang sakit.

“Politik global saat ini banyak yang salah menggunakan obat pada penyembuhan penyakit yang sedang diderita. Akhirnya mereka terus menerus dalam rasa sakit yang tidak pernah sembuh. Jangan sampai kita percaya racun keong dibilang madu,” kata Gumarni, usai mengikuti rapat koordinator wilayah Pandawa 5 se-Indonesia di Jakarta, Sabtu, 2 November 2023.

Ia juga mentamsilkan bahwa setelah hari Rabu sudah pasti hari Kamis. Tidak mungkin setelah hari Rabu langsung hari Jumat. Artinya, sistem itu berjalan pada rel yang baku, sehingga harus berproses sebagaimana mestinya.

“Saya masih ingat politik Aceh pada Pemilu 2019. Karena kelalaian dan termakan hoaks, sehingga lupa berpikir bahwa pemenang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Artinya, kita mengabaikan takdir dan memaksakan kehendak,” ujar relawan pemenangan Prabowo-Gibran itu.

Sambung Gumarni, walaupun banyak dari kita yang saling menghujat sistem dengan berkata, “curang, curang, curang”, hal itu hanya memantik tawa ibarat anak kecil yang terlambat mendapat susu.

Karena menurutnya, orang hebat adalah orang yang mau menerima saran dan masukan dari orang banyak, bukan berani mempertahankan ego dan kesombongan untuk mengejar tujuan. Namun demikian, Gumarni berharap Aceh akan lebih baik dari yang sudah baik saat ini.

Sementara itu, Ketua Umum Pandawa 5 Pusat, Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko, pada rapat koordinator wilayah Pandawa 5 se-Indonesia juga menyampaikan satu arahan, di mana negara yang besar akan maju bila terus memperbaiki kekurangan yang ada dan jangan terus terjebak dalam kekurangan.

“Negara yang besar akan maju jika ingin memperbaiki kekurangan yang ada, tetapi jika kita terus menerus terjebak pada kekurangan, kita akan terus menerus tertinggal dan ditinggal oleh generasi zaman ‘X’,” kata Eko Wiratmoko.

“Oleh karena itu, mari kita bersama-sama memenangkan Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024 nanti,” ajaknya.

spot_img
spot_img
spot_img

TERBARU

spot_img
spot_img

BERITA TERHANGAT

BERITA MINGGUAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT