Aliansi GATA – NKRI Menolak Kehadiran ‘KAMI’ di Aceh




Banda Aceh – Aliansi Gerakan Masyarakat Cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (GATA-NKRI), Senin (09/11/2020) melakukan orasi untuk menolak kehadiran Gerakan Kesatuan Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Aceh di Bundaran Simpang Lima, Kota Banda Aceh.

Saat melakukan orasinya, juru bicara aliansi GATA-NKRI Heri Safrijal, SP mengatakan, kehadiran KAMI di Aceh dinilai dapat memprovokasi pikiran-pikiran elemen sipil di Aceh dengan berbagai macam narasi isu yang cenderung mendeskriditkan segala aspek pengelolaan Negara di bawah kepemimpinan Jokowi – Ma’ruf Amin dan berpotensi mengancam keberlangsungan perdamaian Aceh.

Heri mengatakan, 30 tahun lebih masyarakat Aceh menderita dalam pusaran konflik bersaudara seperti perang DI/TII, Cumbok dan terakhir konflik RI-GAM yang telah banyak menelan korban.

“15 Tahun usia perdamaian Aceh sejak ditandatanganinya MoU Helsinky, hendaknya tidak dirusak oleh segelintir tokoh-tokoh elit yang mempunyai kepentingan di Jakarta,” jelas Heri.

Dengan demikian, Aliansi Gerakan Masyarakat Cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (GATA-NKRI) menolak keras kehadiran ‘KAMI’ di Aceh”, terang Heri.

Selain itu, ada beberapa tuntutan yang di sampaikan dalam orasi tersebut, di antaranya menuntut kepada pihak keamanan terutama kepada Polda Aceh dan TNI untuk memantau secara intensif pergerakan ‘KAMI, baik berupa mobilisasi massa maupun isu-isu yang berpotensi memecah belah elemen masyarakat Aceh.

Kemudian lanjutnya, menolak keras kehadiran/deklarasi ‘KAMI’ di Aceh karena berpotensi mengancam keberlangsungan perdamaian Aceh dan persatuan NKRI, serta menolak keras kehadiran/deklarasi ‘KAMI’ di Aceh karena dapat mengganggu stabilitas Kamtibmas yang selama ini sudah sangat baik di Aceh.

“Alasan GATA NKRI menolak keras kehadiran/deklarasi ‘KAMI’ di Aceh karena dapat mengganggu konsentrasi pemerintah pusat dalam menjalankan agenda pembangunan dan penanganan pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Heri mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk tidak terprovokasi dengan ajakan propaganda ‘KAMI’, lebih cermat dalam menanggapi isu yang beredar di Aceh dan mendukung pemerintah pusat dalam upaya peningkatan kemandirian ekonomi yang berbasis kerakyatan.

“Saya mengajak masyarakat Aceh untuk mendukung pemerintah pusat dalam memperkuat Pancasila sebagai ideologi Bangsa serta mengajak masyarakat Aceh agar tetap produktif dan bersatu padu untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” pungas Heri. Red.

spot_img
spot_img

TERBARU

spot_img

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img

BERITA MINGGUAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

4 KOMENTAR

Comments are closed.