Sigli, JBA – Pengurus Pimpinan Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Pidie melaksanakan rangkaian silaturahmi dan koordinasi dengan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Pidie pada Senin (3/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pendekatan penyuluhan agama.
Pada pukul 10.00–11.00 WIB, Ketua PD IPARI Pidie Tgk. Mukhlisuddin bersama Sekretaris Tgk. Sayuthi Nur melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, dr. Dwi Wijaya, di ruang kerja Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie.
Pertemuan tersebut membahas meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pidie. Berdasarkan data Dinas Kesehatan hingga Juni 2026, tercatat 132 kasus HIV/AIDS. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan, edukasi masyarakat, penguatan nilai-nilai keagamaan, pencegahan perilaku berisiko, serta pengurangan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) agar memperoleh akses layanan kesehatan yang layak.
Dalam diskusi tersebut, PD IPARI Pidie menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program Dinas Kesehatan melalui kegiatan penyuluhan agama yang edukatif, persuasif, dan menyentuh langsung masyarakat.
Selanjutnya, pada pukul 11.00–12.00 WIB, Pengurus PD IPARI Pidie melanjutkan agenda silaturahmi memenuhi undangan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Pidie, Turno Junaidi, MM, di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut turut dihadiri Tgk. Mukhlisuddin, Tgk. Sayuthi Nur, dan Tgk. Rinaldi.
Dalam kesempatan tersebut, Turno Junaidi menyampaikan bahwa dirinya baru mengemban amanah sebagai Kepala DP3AKB Kabupaten Pidie dan berkomitmen membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta keluarga berencana.
Menurutnya, PD IPARI Pidie memiliki peran strategis karena para Penyuluh Agama Islam aktif melakukan pembinaan kepada komunitas perempuan, anak, keluarga, serta memberikan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA). Potensi tersebut dinilai sangat mendukung pelaksanaan program-program DP3AKB dalam membangun keluarga yang berkualitas dan berketahanan.
Ketua PD IPARI Pidie, Tgk. Mukhlisuddin, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada PD IPARI Pidie untuk membangun sinergi dengan DP3AKB. Ia berharap silaturahmi tersebut menjadi langkah awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Pidie.
Dalam diskusi tersebut, Kepala DP3AKB juga memberikan apresiasi terhadap karya literasi PD IPARI Pidie, “Suluh Samara”, yang memuat pesan-pesan penguatan ketahanan rumah tangga. Menurutnya, karya tersebut selaras dengan upaya membangun keluarga yang harmonis, sejahtera, dan berkualitas.
Melalui dua agenda strategis ini, PD IPARI Pidie menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan berbasis masyarakat. Sinergi bersama Dinas Kesehatan difokuskan pada edukasi dan pencegahan HIV/AIDS, sementara kerja sama dengan DP3AKB diarahkan pada penguatan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, bimbingan calon pengantin, serta ketahanan keluarga melalui pendekatan penyuluhan agama yang berkelanjutan.




