Kuala Simpang, JBA – Universitas Negeri Surabaya melalui Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) merangkaikan program Siaga Ceria dengan Gerakan Kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.
Gerakan ini tidak hanya berfokus pada edukasi teknis kebencanaan, tetapi juga pada penguatan nilai solidaritas, empati, dan kepedulian sosial di kalangan siswa. Melalui pendekatan partisipatif, peserta didik diajak memahami pentingnya gotong royong serta peran aktif dalam membantu sesama.
Narasumber kegiatan, Lutfhi Abdil Khuddus, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan kebencanaan harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter kemanusiaan. “Anak-anak perlu dibiasakan tidak hanya siap menyelamatkan diri, tetapi juga memiliki kepedulian untuk membantu orang lain saat terjadi bencana,” ujarnya.
Kegiatan ini menegaskan bahwa FIKK Unesa tidak sekadar menjalankan fungsi akademik, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan sosial. Penanaman nilai kemanusiaan sejak usia dini diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang peduli, tangguh, dan responsif terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Dengan semangat “FIKK rekk!” dan “Unesa Satu Langkah di Depan,” Unesa terus memperkuat kontribusinya dalam membangun masyarakat yang berdaya dan berkarakter kuat.




