Banda Aceh, JBA – Anggota DPRA Fraksi Partai Demokrat, Nora Idah Nita, S.E., M.M., menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan di Aceh yang hingga kini masih membutuhkan perhatian serius pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir November 2025.
Menurutnya, kerusakan dan lambannya penanganan infrastruktur berpotensi menghambat pemulihan ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah.
Dalam pandangan khususnya, Nora Idah Nita menyoroti kondisi Jembatan Kutablang di Kabupaten Bireuen yang hingga saat ini dinilai belum tertangani secara maksimal. Dampaknya, kendaraan besar seperti truk pengangkut logistik dan hasil usaha masyarakat harus mengantre berjam-jam untuk melintas. Kondisi tersebut dinilai sangat memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada kelancaran distribusi barang dan jasa.
Politisi Partai Demokrat itu menyebutkan bahwa kemacetan di kawasan Kutablang bahkan dapat berlangsung hingga empat jam, sehingga menyebabkan aktivitas perdagangan tersendat dan mobilitas warga menjadi terganggu. Tidak sedikit masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan pedagang, yang harus menanggung kerugian akibat akses transportasi yang tidak berjalan normal.
Selain Bireuen, Nora Idah Nita juga menaruh perhatian terhadap sejumlah infrastruktur di wilayah Takengon dan Gayo Lues yang menurut aspirasi masyarakat masih membutuhkan sentuhan serius pemerintah pusat maupun Pemerintah Aceh. Ia menilai pembangunan jalan dan jembatan bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga menyangkut masa depan ekonomi, pelayanan sosial, dan kesejahteraan masyarakat di daerah pedalaman.
Nora Idah Nita berharap percepatan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pascabencana dapat segera direalisasikan. Menurutnya, semua pihak tentu menginginkan persoalan ini cepat selesai agar masyarakat tidak terus menjadi korban akibat akses yang terganggu. “Kita memahami semua pihak ingin ini cepat selesai. Harapan kita, jembatan dan jalan yang menjadi urat nadi masyarakat segera terealisasi agar ekonomi rakyat kembali bergerak normal,” ujarnya




