Banda Aceh, JBA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Apriono ST mengucapkan selamat atas pelantikan serentak Pengurus Tastafi se-Aceh, Tastafi Luar Negeri, dan Koordinator Khusus Tastafi Periode 2026-2031, yang dilantik oleh Syeikh Hasanul Basri HG (Abu Mudi), di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat malam, 15 Mei 2026.
Apriono menyebutkan Tastafi memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu keislaman berbasis kedayahan di Aceh. Pada era modern, di tengah merosot semangat keilmuan Islam di kalangan generasi Aceh, Tastafi memainkan peran jemput bola untuk kegiatan dakwah. Ini merupakan terobosan sesuai keadaan zaman.
“Saya melihat ada banyak pengurus Tastafi yang dilantik seperti Sumut, Batam, Brunai Darussalam, bahkan ada yang di Eropa. Ini menandakan kiprah Tastafi telah menembus dunia dalam berdakwah,” ucap Apriono.
Melalui metode dan perluasan jaringan dakwah Tastafi, kata Apriono, harapannya Aceh sebagai sentral penyebaran Islam di nusantara seperti masa Kesultanan Aceh Darussalam dapat terwujud kembali.
“Jika semua bersatu dan komitmen dengan penegakkan syariat Islam, bukan hal mustahil Aceh jadi pusat peradaban Islam nusantara di masa depan,” pungkasnya.
Apriano menyadari bahwa Tastafi tidak akan mundur dalam dakwah ahlusunnah waljamaah. Namun yang perlu digerakkan adalah semangat masyarakat Aceh untuk terus hadir dan meramaikan kajian Tastafi.
“Saat ini Tastafi sudah ada di tingkat gampong. Mari umat Islam di Aceh memakmurkan majelis ilmu yang digerakkan Tastafi, khususnya warga Aceh Besar,” ajak Apriono didampingi Ketua Tanfidziyah PCNU Aceh Besar, Abi Muhammad Hafiz.
Ia berharap Pasca Rapat Koordinasi (Rakor) Tastafi yang digelar di MPU Aceh dapat menguatkan program kerja yang memang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat, terutama dalam konsep amal makruf nahi mungkar.




