Calang, JBA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Aceh Jaya berkomitmen untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga integritas demokrasi.
Hal ini dibuktikan dengan kehadirannya dalam Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Santri Aceh Jaya (ISAJA) yang berlangsung di Aula DPMPKB Kabupaten Aceh Jaya, Selasa (10/2/2026).
Bawaslu Aceh Jaya Melalui Staf Pencegahan, Putra Almardhatillah, mengatakan “Kehadiran Bawaslu adalah bentuk penguatan partisipasi masyarakat.Kami ingin santri menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas demokrasi, terutama di wilayah Aceh Jaya” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Kehadiran lembaga pengawas pemilu di tengah kaum santri bukan tanpa alasan. Bawaslu Aceh Jaya menilai santri memiliki peran strategis sebagai motor penggerak partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Pemilu yang adil, jujur, dan mandiri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan tokoh lintas sektor, di antaranya Bupati Aceh Jaya, Kasat Binmas Polres Aceh Jaya, serta Dandim 0114/Aceh Jaya.
Selain itu, tampak hadir Ketua PCNU Aceh Jaya, para Kepala SKPK terkait, instansi vertikal, ormas Islam, serta ratusan santri dari berbagai pondok pesantren di seluruh wilayah Aceh Jaya.
Melalui momentum Mubes ke-III ISAJA ini, Bawaslu Aceh Jaya berharap sinergi antara pengawas pemilu dan lembaga keagamaan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengawal demokarsi di Aceh Jaya.




