Satpol PP Jaring dan Boyong 19 Ekor Ternak di Aceh Jaya

Calang, Jaringanberitaaceh.com – Setelah sempat jeda sesaat pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Aceh Jaya kembali melakukan penertiban ternak di sepanjang jalan nasional Banda Aceh-Meulaboh, komplek perkantoran, dan fasilitas umum.

Kepala Satpol PP dan WH Aceh Jaya, Drs Supriadi melalui Kepala Bidang Ketertiban Umum, Ketenteraman dan Perlindungan Masyarakat, Hamdani melaporkan bahwa petugas bersama tim terpadu hari ini fokus di tiga kecamatan, meliputi Kecamatan Krueng Sabee, Kecamatan Panga, dan Kecamatan Teunom hingga ke Kayee Lhoen perbatasan Aceh Jaya dengan Aceh Barat.

Titik lokasi yang menjadi fokus utama adalah jalan raya, masjid, sekolah dan fasilitas umum lainnya.

“Kami terus melakukan evaluasi, koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam penegakan Qanun Kabupaten Aceh Jaya Nomor 11 Tahun 2021 tentang Penertiban Ternak. Selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H kami banyak menerima keluhan masyarakat akibat ternak yang dibiarkan lepas oleh pemiliknya, terutama di jalan raya dan pasar,” jelas Hamdani, di Aceh Jaya, Selasa, 16 Mei 2023.

Hari ini, katanya, Satpol PP bersama Tim Terpadu berhasil menjaring dan menangkap tiga ekor sapi, persisnya satu ekor dijaring dan ditangkap di Pasar Keude Panga dan satu ekor di jalan raya yang juga masuk dalam Gampong Keude Panga. Satu ekor lagi dijaring dalam komplek Masjid Baitul Makmur Keudee Krueng Sabee.

Sementara 16 ekor kambing dijaring dan ditangkap di Pasar Kota Calang, dengan rincian 14 ekor terjaring di Kampung Blang dan dua ekor terjaring di Gampong Dayah Baro Kecamatan Krueng Sabee.

Jajaran Satpol PP dan WH Aceh Jaya selalu mengimbau dan mengingatkan peternak untuk menjaga dan merawat ternaknya secara baik dan benar menurut syariat Islam. Pemilik ternak harus memiliki rasa kesadaran dan budaya malu bila ternaknya berkeliaran dan tidak terurus, dibarengi ikhtiar yang serius memelihara ternak.

“Jangan selalu berdalih dengan alasan-alasan klasik yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” tutup Hamdani.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT