Alumni Antusias Gelar Haul ke-14 Syekh Bahauddin Tawar




Singkil, Jaringanberitaaceh.com – Haul Akbar ke-14 Syekh Bahauddin Tawar, di Pesantren Darul Muta’allimin Tanah Merah, Aceh Singkil berjalan sukses, Minggu, 23 Oktober 2022.

Abuya H Bahauddin Tawar atau lebih akrab disapa Abu Tanah Merah adalah pendiri Pesantren Darul Muta’allimin. Kini pesantren itu memiliki ribuan santri, merupakan mahakarya abuya.

Setelah sepeninggal abuya, pesantren di pimpin Abu Drs H Khazali, anak kandungnya.

Acara tersebut dihadiri aumni dan jamaah suluk. Sebagian alumni tersebut telah memiliki pondok pesantren sendiri seperti Abu Qaharuddin, Tgk Amiruddin Zulfarsi, Tgk Hambalisyah Sinaga, Tgk Khairuddin Nasution dan lainnya.

Jamaah yang hadir mencapai ribuan orang, yang memadati kompleks pesantren Darul Muta’allimin. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib dan khidmat.

Rangkaian acara haul akbar dimulai dengan diskusi alumni dengan tema “Khidmah Abuya di Dunia Islam.”

Diskusi tersebut melahirkan rekomendasi bahwa alumni membuat buku terkait tentang abuya dari berbagai aspek. Untuk wilayah Aceh Singkil penulisan buku Abuya ditulis oleh Tgk Khairuddin dan Tgk Dasri. Sedangkan wilayah Subulussalam oleh Tgk Ismail Angkat, Tgk Zaky dan Tgk Zakirun Alves.

Para alumni juga berkumpul dekat makam abuya untuk membaca yasin dan doa kepada gurunya.

Dalam pelaksanaan haul dibacakan syair yang sangat disukai abuya semasa hidupnya, yaitu syair ‘gerakan pemuda’.
Syair ini merupakan motivasi bagi santri, seperti potongan syairnya “jangan surut ditengah jalan walaupun penuh dengan rintangan.”

Selanjutnya, Ketua Umum Ikatan Alumni Darul Muta’allimin Tanah Merah, Tgk Umma Abidin, MPd mengatakam abuya meninggal 3 April 2008, bertepatan 26 Rabiul Awal. Pada tanggal ini setiap alumni dan khalwat suluk membacakan surah al-Fatihah untuk Abuya Tanah Merah.

Abu Rahmanuddin yang juga menantu Abuya Tanah Merah memberikan bimbingan kepada alumni supaya tetap mengingat pesan pesan abuya dan juga menceritakan perjuangan abuya.

Pembacaan Yasin dan doa dipimpin oleh Abu Qaharuddin. Doa tersebut dipanjatkan dengan khusuk dengan harapan diterima oleh Allah.

spot_img
spot_img
spot_img

TERBARU

spot_img
spot_img

BERITA TERHANGAT

BERITA MINGGUAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT