KKN Berdampak 2026, UUI Bawa Misi Bangkitkan UMKM dan Kemandirian Warga Pijay

Banda Aceh, JBA – Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) kembali memperkuat komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program KKN Berdampak UUI Tahun 2026. Tahun ini, program tersebut menyasar masyarakat Pidie Jaya dengan fokus pada pemulihan ekonomi, penguatan UMKM, serta peningkatan kemandirian keluarga pascabencana.

Mengusung tema “Membina Masyarakat Pidie Jaya dan Meningkatkan Pendapatan Keluarga Pasca Bencana: Membangun UMKM Masyarakat Pascabencana Bersama UUI”, KKN Berdampak UUI 2026 dirancang sebagai program pemberdayaan yang tidak hanya menempatkan mahasiswa di tengah masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya solusi sesuai potensi dan kebutuhan desa.

Ketua Panitia KKN Berdampak UUI 2026, Syarifah Asyura SPd MSc, mengatakan keluarga menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan program. Menurutnya, mahasiswa diharapkan mampu memetakan kondisi masyarakat, menggali potensi lokal, serta memberikan pendampingan yang relevan dengan persoalan yang dihadapi.

“KKN Berdampak UUI 2026 tidak hanya tentang hadirnya mahasiswa di desa, tetapi bagaimana kehadiran tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami mengarahkan mahasiswa untuk memahami kondisi keluarga, menggali potensi yang ada, kemudian menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Syarifah.

Ia menjelaskan, penguatan ekonomi keluarga menjadi salah satu perhatian utama, terutama melalui pengembangan UMKM masyarakat pascabencana. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengoptimalkan potensi usaha yang dimiliki sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.

Selain penguatan ekonomi, KKN Berdampak UUI 2026 memiliki sejumlah fokus strategis, yakni Keluarga Sejahtera, UMKM Bangkit, Kesehatan dan Mental, Pendidikan dan Pemberdayaan, serta Kolaborasi Berkelanjutan.

Aspek kesehatan dan psikososial juga menjadi perhatian dalam program tersebut. Di sisi lain, masyarakat dan pemerintah desa akan dilibatkan dalam pemetaan kondisi, identifikasi persoalan, hingga penyusunan rekomendasi pembangunan desa agar program yang dijalankan mahasiswa memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Yang ingin kita bangun adalah proses pendampingan yang berkelanjutan. Mahasiswa tidak hanya datang melaksanakan program, tetapi juga belajar bersama masyarakat, memahami persoalan yang dihadapi, dan membantu mencari solusi berdasarkan potensi yang dimiliki keluarga maupun desa,” kata Syarifah.

Kegiatan lapangan KKN Berdampak UUI 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 Agustus hingga 19 September 2026.

KKN Berdampak UUI 2026 akan dilaksanakan di tiga kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya, yakni Kecamatan Ulim, Jangka Buya, dan Trienggadeng. Pelaksanaan program tersebut mencakup 14 desa dengan melibatkan 140 mahasiswa dari lintas program studi.

Melalui program ini, UUI menargetkan terbentuknya model pengabdian yang lebih terarah, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Pendampingan keluarga, penguatan UMKM, kesehatan, pendidikan, serta sinergi dengan pemerintah desa diharapkan dapat mendukung proses pemulihan dan memperkuat kemandirian masyarakat Pidie Jaya pascabencana.

Syarifah menegaskan, keberhasilan KKN tidak semata-mata diukur dari terlaksananya program selama mahasiswa berada di lapangan, tetapi dari manfaat yang tetap dapat dirasakan masyarakat setelah kegiatan berakhir.

“Harapan kami, program ini tidak berhenti ketika mahasiswa selesai melaksanakan KKN. Ada pengetahuan, keterampilan, dan semangat kemandirian yang bisa terus dilanjutkan oleh masyarakat. Itulah yang kami maksud dengan KKN yang berdampak,” pungkasnya. (*)

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT