Banda Aceh, JBA – Semarak Dies Natalis ke-12 Universitas Ubudiyah Indonesia tahun ini tampil berbeda dan penuh warna. Mengusung tema “Menuju Sustainable University,” rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tujuh hari sukses menghadirkan perpaduan semangat akademik, kreativitas, serta keberagaman budaya di lingkungan kampus UUI.
Kemeriahan Dies Natalis terasa begitu hidup ketika mahasiswa, dosen, hingga seluruh sivitas akademika tampil mengenakan berbagai pakaian adat Nusantara. Beragam busana tradisional dari berbagai daerah di Indonesia memenuhi lingkungan kampus, menciptakan suasana yang sarat nilai budaya, persatuan, dan kebanggaan terhadap keberagaman bangsa.
Mulai dari pakaian adat Aceh, Minangkabau, Jawa, Batak, Bugis, hingga berbagai busana khas daerah lainnya dikenakan dengan penuh antusias oleh mahasiswa dan dosen. Kehadiran pakaian adat tersebut tidak hanya menjadi simbol keberagaman, tetapi juga menghadirkan nuansa kekeluargaan yang memperkuat identitas budaya di tengah kehidupan akademik modern. Rangkaian Dies Natalis ke-12 UUI berlangsung selama tujuh hari dengan menghadirkan berbagai kegiatan seperti perlombaan seni dan olahraga, lomba kreativitas mahasiswa, aksi sosial, penanaman pohon, bazar kampus, hingga hiburan yang melibatkan seluruh sivitas akademika.
Ketua Panitia Dies Natalis ke-12 UUI, Fauziah Andika, SKM., M.Kes menyampaikan bahwa tema Sustainable University tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan kampus yang berkelanjutan, tetapi juga keberlanjutan nilai budaya, solidaritas, dan kolaborasi antar sivitas akademika.
“Melalui Dies Natalis ini, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi seluruh keluarga besar UUI. Keberagaman budaya yang ditampilkan melalui pakaian adat menjadi simbol bahwa UUI tumbuh dengan semangat persatuan dan saling menghargai,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UUI, Dr. Mutiawati, S.Pd., M.Pd menilai bahwa Dies Natalis bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat karakter universitas yang adaptif, kreatif, dan berbudaya. “Universitas harus menjadi ruang yang mampu menjaga nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman. Hari ini kita melihat bagaimana mahasiswa dan dosen tidak hanya hadir sebagai insan akademik, tetapi juga sebagai penjaga keberagaman dan identitas bangsa,” ungkapnya.
Antusiasme juga datang dari para mahasiswa yang merasa bangga dapat menjadi bagian dari perayaan tersebut. Salah satu mahasiswa UUI menyebutkan bahwa penggunaan pakaian adat menghadirkan suasana kampus yang berbeda sekaligus mempererat hubungan antar mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah.
“Rasanya bangga bisa memakai pakaian adat sendiri di lingkungan kampus. Suasananya hangat, meriah, dan membuat kami semakin merasa menjadi satu keluarga di UUI,” ujarnya.
Melalui Dies Natalis ke-12 ini, Universitas Ubudiyah Indonesia kembali menunjukkan komitmennya untuk tumbuh menjadi universitas unggul yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai budaya, solidaritas, dan keberlanjutan dalam kehidupan kampus.




