Natural Aceh Perkuat Peran dalam Agenda Kepemimpinan dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di Forum Internasional

Zainal Abidin Suarja dijadwalkan berbagi pengalaman pemberdayaan perempuan pesisir di Jakarta, sementara Sarah Aprilia mengikuti Global Leadership Academy di Bali pada 3–5 November 2026.

ACEH, Indonesia. Natural Aceh memperluas keterlibatannya dalam jejaring pembangunan dan investasi sosial di Asia melalui partisipasi dalam dua agenda yang berkaitan dengan kepemimpinan, pembelajaran lintas negara, dan pemberdayaan ekonomi perempuan yang diselenggarakan oleh AVPN.

Zainal Abidin Suarja, Director Natural Aceh, dijadwalkan menjadi narasumber dan panelis dalam forum Accelerating Women’s Entrepreneurship & Unlocking Funding for Women’s Economic Empowerment (WEE) in Indonesia pada 5 November 2026 di Shangri-La Jakarta. Sementara itu, Sarah Aprilia, Manager Program Natural Aceh, dijadwalkan mengikuti Global Leadership Academy (GLA) Workshop di Bali pada 3–5 November 2026.

Keterlibatan keduanya mencerminkan dua aspek yang saling melengkapi dalam kerja organisasi: membagikan pengalaman lapangan kepada jejaring yang lebih luas sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan, pembelajaran, dan kolaborasi lintas organisasi.

Zainal Abidin Suarja membawa pengalaman perempuan pesisir Aceh ke forum WEE
Dalam forum WEE, Zainal Abidin Suarja dijadwalkan berbagi pengalaman mengenai pengembangan dan perluasan solusi pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis komunitas.
Berdasarkan agenda acara, Natural Aceh tercantum dalam sesi Impact Spotlight: Champions of Women’s Entrepreneurship pada pukul 10.15–10.35 WIB. Zainal juga dijadwalkan menjadi panelis dalam sesi Forging the Path: Founder, Funder, Advisor and Government pada pukul 10.35–11.20 WIB.

Forum tersebut membahas tantangan dan peluang dalam mengembangkan usaha perempuan, termasuk akses pendanaan, pendampingan bisnis, peran pemerintah, serta kolaborasi antara organisasi masyarakat dan sektor swasta.
Natural Aceh akan membawa perspektif dari pengalaman langsung bersama perempuan pesisir Aceh, terutama mengenai pentingnya menghubungkan penguatan kapasitas perempuan dengan akses pasar, pengembangan produk, dan keberlanjutan sumber penghidupan.
Mengembangkan ekonomi perempuan melalui tiram dan perlindungan mangrove
Salah satu fokus Natural Aceh adalah pemberdayaan perempuan pesisir melalui pengembangan mata pencaharian yang memanfaatkan potensi lokal sekaligus memperhatikan keberlanjutan ekosistem.

Di Alue Naga, Banda Aceh, Natural Aceh memiliki pengalaman mendukung perempuan yang sebelumnya mengandalkan pengumpulan tiram untuk mengembangkan peluang mata pencaharian melalui budidaya tiram dan pengolahan produk bernilai tambah.
Pengembangan produk olahan seperti keripik, kerupuk, nugget, dan bubuk tiram membuka peluang diversifikasi usaha serta memperluas pilihan pemasaran hasil laut. Pendekatan ini menempatkan perempuan tidak hanya sebagai pengumpul hasil alam, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang berpotensi mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai produk pesisir.
Pada saat yang sama, keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir berkaitan erat dengan kesehatan ekosistem bakau atau mangrove. Mangrove berperan dalam melindungi garis pantai, menyediakan habitat bagi organisme pesisir, dan mendukung keberlanjutan sumber daya alam.
Natural Aceh memandang pemberdayaan ekonomi perempuan dan perlindungan lingkungan sebagai dua agenda yang perlu berjalan bersama. Penguatan mata pencaharian perlu memperhatikan daya dukung lingkungan, sedangkan upaya konservasi perlu mempertimbangkan kebutuhan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir.

Pengalaman lain diwujudkan melalui Pasar Laut Aceh, sebuah inisiatif yang mendukung sekitar 300 istri nelayan di Leupung, Lamteungoh, dan Pulo Aceh dalam memasarkan produk lokal, termasuk ikan asin, garam, dan kelapa.
Inisiatif ini menekankan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan tidak cukup berhenti pada pelatihan produksi. Perempuan juga membutuhkan akses terhadap pembeli, jaringan pemasaran, peningkatan nilai produk, serta kemitraan yang membantu usaha mereka berkembang.
Melalui Pasar Laut Aceh, Natural Aceh berupaya memperkuat peluang ekonomi perempuan dengan bertumpu pada komoditas lokal dan aktivitas usaha yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir.Pengalaman ini menjadi salah satu dasar bagi Natural Aceh untuk berbagi pembelajaran mengenai bagaimana solusi lokal dapat dikembangkan dan disesuaikan untuk menjangkau komunitas lain.

Sarah Aprilia mengikuti Global Leadership Academy di Bali
Selain partisipasi dalam forum WEE, Sarah Aprilia selaku Manager Program Natural Aceh dijadwalkan mengikuti Global Leadership Academy (GLA) Workshop di Bali pada 3–5 November 2026.
GLA merupakan inisiatif AVPN yang mendorong pembelajaran lintas negara atau South-South learning, memperkuat pertukaran pengetahuan antarpemimpin dampak sosial, dan mengangkat pengalaman lokal yang kerap belum mendapat ruang memadai dalam pengambilan keputusan pembangunan.

Program ini menekankan pembelajaran bersama, pembangunan hubungan antarpemimpin, pengalaman imersif, dan pengembangan solusi yang lebih kontekstual terhadap kebutuhan masyarakat.

Bagi Natural Aceh, partisipasi dalam GLA menjadi kesempatan untuk memperluas perspektif dalam pengelolaan program, membangun jejaring dengan praktisi dari berbagai wilayah, dan membawa pembelajaran baru ke dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Aceh.

Keterlibatan Manager Program juga penting untuk menghubungkan pembelajaran kepemimpinan dengan praktik sehari-hari, mulai dari perancangan kegiatan, penguatan partisipasi masyarakat, pengembangan kemitraan, hingga evaluasi dampak program.
Memperkuat solusi lokal melalui kolaborasi

Natural Aceh memandang partisipasi dalam kedua agenda tersebut sebagai kesempatan untuk menghubungkan pengalaman lapangan dengan pembelajaran dan kemitraan yang lebih luas.
Pengembangan ekonomi perempuan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga akses pasar, pembiayaan inklusif, penguatan kapasitas, dan dukungan ekosistem. Dalam konteks masyarakat pesisir, pendekatan tersebut juga perlu memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam yang menopang mata pencaharian masyarakat.
“Perempuan di wilayah pesisir memiliki pengetahuan, keterampilan, dan potensi ekonomi yang besar. Tantangannya adalah bagaimana menghubungkan potensi tersebut dengan pasar dan peluang usaha yang lebih luas. Kami juga perlu memastikan bahwa pengembangan ekonomi berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan,” ujar Zainal Abidin Suarja.

Melalui partisipasi dalam forum WEE dan GLA, Natural Aceh berharap dapat memperkuat pembelajaran organisasi, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi yang mendukung pemberdayaan perempuan dan pembangunan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT