Muhammad Haris dan Raihan Pasangan Perdana yang Menikah di KUA Baitussalam Tahun 2026

Jantho, JBA – Persoalan salah berbicara, salah kata, dan salah sikap memang pasti ada dalam rumah tangga. Ini bagian dari kekurangan yang pasti melekat pada diri seseorang sebagai sunatullah. Setiap pribadi pasangan ada sisi kurang atau lebih yang harus dipahami sebagai potensi meraih rida Allah.

“Maka kelebihan dan kekurangan pasangan adalah sifat yang harus dipahami serta dijadikan peluang untuk saling melengkapi,” ujar Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Baitussalam, Hamdani SAg saat khtubah nikah pasangan Muhammad Haris dengan Siti Raihan, di KUA setempat, Kabupaten Aceh Besar, Senin, 12 Januari 2026.

Hamdani menjelaskan apabila ada kesalahan dalam membina rumah tangga, barang kali Allah punya tujuan lain yang tidak dipahami manusia. Allah ingin memberikan pahala lebih dengan adanya kekurangan pasangan.

“Jadi harus dipahami bahwa ujian Allah melalui pasangan Anda ketika sikap pasangan banyak kurangnya, sehingga suami istri yang sabar atas ujian ini adalah cara Allah menambahkan pahala bagi,” ujarnya dalam forum pernikahan perdana tahun 2026 ini.

Ketika ada kekurangan pada diri istri, sebut Hamdani, suami memberikan nasihat pada istri. Jika suami tidak mampu memberikan nasihat pada orang lain, setidaknya harus mampu memberi nasihat pada istri.

“Jadi tidak mungkin suami abai membina istri. Andai pun tidak mampu maka mesti menyiapkan ilmu dan bekal semampunya,” kata kepala KUA.

Kemudian istri, kata Hamdani, jika tidak mampu taat pada semua sisi dan perintah Allah, minimal taat pada suami. Inilah nilai lebih yang hendak Allah berikan pada pasangan suami dan istri.

“Saya mengingatkan supaya melayani pasangan semaksimal mungkin, karena di situ ada rida Allah,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa berumah tangga itu memang capek dan melelahkan. Tapi karena sudah ada tanggung jawab pasca akad nikah, maka harus diupayakan semua hak dan kewajiban, termasuk dalam hal bekerja demi menafkahi keluarga.

“Ibadah bukan hanya salat. Bekerja untuk menafkahi keluarga juga ibadah. Istri yang melayani suami, memasak, mencuci pakaian dan menjaga anak, semua ini bernilai ibadah. Maka niatkan semua perbuatan tersebut dengan baik sehingga menjadi ladang pahala dalam rumah tangga,” tutup Hamdani.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT