KPK Jelaskan Pentingnya Pendidikan Antikorupsi dalam Keluarga

Jakarta, Jaringanberitaaceh.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat, Kumbul Kusdwidjanto Sudjadi mengimbau pentingnya pendidikan antikorupsi dalam keluarga. Hal ini senada dengan Kegiatan penanaman nilai integritas ‘Kusemai Nilai’ yang diinisiasi oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama.

“Kusemai Nilai merupakan sebuah kegiatan pemberi solusi untuk menanamkan sembilan nilai integritas berbasis keluarga. Ada sembilan nilai untuk mencegah tindakan korupsi, yaitu: jujur, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, berani, mandiri, peduli dan adil.” ujar Kumbul di Jakarta, Rabu (15/3/2023).

“Korupsi adalah pilihan hidup. Sebuah pilihan berdasarkan atas sebuah keyakinan. Supaya nilai-nilai antikorupsi terus menggelora mari kita semai nilai-nilai integritas, agar kita memiliki keyakinan untuk tidak korupsi. Banyak yang menjadi pemadam kebakaran, dibeberapa kesempatan saya menekankan jangan menyalahkan kejadian, karena kejadian itu kita yang memilih.” sambungnya.

Kumbul memaparkan materi Membangun Budaya Antikorupsi. Menurut ia, KPK dalam memberantas korupsi dengan strategi pendekatan pendidikan, pencegahan, dan penegakan hukum. Pertama, strategi pendidikan dikedepankan yakni melalui membangun nilai integritas. Kusemai nilai ini adalah sebuah upaya membangun nilai integritas dan mengingatkan diri untuk tidak berperilaku koruptif.

Kedua, melalui pencegahan yaitu dengan melakukan perbaikan sistem, seperti dengan digitalisasi yang akan mempersempit celah bagi orang yang akan korupsi.

Ketiga, penegakan hukum. Gunung es dihancurkan dengan pendidikan dan pencegahan. Strategi ini tidak akan berjalan efektif dan efisien tanpa adanya peran serta masyarakat. Pemberantasan korupsi perlu peran serta masyarakat. Tidak mungkin KPK dapat bergerak sendiri dalam pemberantasan korupsi.

“Peran perempuan ada tiga, sebagai istri yang baik memotivasi kerja suami, mengingatkan suami untuk tidak berperilaku koruptif, kemudian peran sebagai ibu, bagaimana menanamkan nilai-nilai integritas agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang baik,” kata Kumbul.

“Keinginan istri yang ingin hidup mewah berpotensi kepada suami untuk korupsi. Maka perlunya keluarga berintegritas. Tanamkan sembilan nilai integritas dalam keluarga. Kusemai nilai ini untuk sebagai pengingat untuk menjauhi sikap koruptif.” lanjutnya.

“Peran perempuan yang ketiga bagian dari masyarakat. Ibu-ibu memiliki tanggung jawab menyampaikan pentingnya nilai-nilai integritas, nilai-nilai anti korupsi di masyarakat. Dibalik suami yang sukses ada istri yang hebat. Berharap Kusemai Nilai mengingatkan kepada kita semua bagaimana membangun nilai-nilai integritas sedari dini guna menghindari perilaku koruptif,” pungkasnya.

Turut hadir Irjen Faisal, para Dirjen Unit Eselon I Pusat, Pejabat Eselon II, Wakil Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag, Ketua DWP Kementerian Agama beserta jajarannya, dan calon agen perubahan pelopor antikorupsi serta pegawai Itjen lainny

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT