Banda Aceh, JBA – Keluarga Besar Masjid Raya Baiturrahman Aceh menghadiri silaturahmi bersama Wakil Gubernur Aceh sebagai upaya mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun syiar Islam dan pelayanan keumatan di Aceh. Pendopo Wakil Gubernur Aceh, Sabtu pagi, 1 Agustus 2026
Dalam arahannya, Wakil Gubernur Aceh H fadhlullah SE mengajak seluruh keluarga besar Masjid Raya Baiturrahman untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat. Menurutnya, Masjid Raya Baiturrahman memiliki posisi strategis sebagai wajah Islam Aceh yang harus terus dijaga dengan pelayanan terbaik dan keteladanan.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan seluruh unsur pengelola masjid agar setiap program keagamaan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Aceh.
Dalam kesempatan tersebut, Fadhlullah juga kembali menyampaikan harapan Pemerintah Aceh kepada Wakil Ketua BWI tentang penyelesaian status tanah wakaf Blang Padang. Hal itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan Pemerintah Aceh bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat di Jakarta pada 23 Juli lalu. Kehadiran jajaran BWI Pusat dalam silaturahmi ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi sehingga proses penyelesaian aset wakaf tersebut dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan kepastian hukum.
Wakil I Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Abi Ishak Lamkawe, menyampaikan terima kasih kepada Wakil Gubernur Aceh atas undangan dan sambutan yang penuh keakraban kepada seluruh keluarga besar Masjid Raya Baiturrahman. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi energi baru bagi seluruh imam, muadzin, khadam, dan pengurus untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian dalam melayani jamaah serta memakmurkan Masjid Raya Baiturrahman sebagai pusat syiar Islam di Aceh.
Abi Ishak juga menegaskan bahwa sejak dahulu Aceh dibangun di atas kekuatan sinergi ulama dan umara. Ulama menjadi penjaga nilai-nilai agama dan moral masyarakat, sedangkan umara menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan umat. Ketika keduanya berjalan dalam satu visi, maka pembangunan tidak hanya menghasilkan kemajuan fisik, tetapi juga melahirkan peradaban yang berakar pada nilai-nilai Islam.
“Silaturahmi ini menjadi pengingat bahwa membangun Aceh bukan hanya tugas pemerintah ataupun ulama semata, melainkan ikhtiar bersama. Masjid Raya Baiturrahman siap menjadi ruang pemersatu yang terus menghadirkan keberkahan bagi masyarakat dan daerah,” ujar Abi Ishak. Seraya menyampaikan salam dari Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Aceh Abu H Muhammad Ali atau dikenal Abu Paya Pasi.
Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut dihadiri Wakil I Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Abi Ishak Lamkawe, Kepala UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman Aprilizar, SE., M.Si., Kepala Humas Dr. H. Said Mulyadi, M.Si., Ketua PHBI Muhammad Balia, M.Sos., Abi Juanda, para imam, muadzin, koordinator keamanan, serta para khadam Masjid Raya Baiturrahman Aceh.
Turut hadir Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat Dr. KH. Ahmad Zubaidi, M.A. beserta jajaran. Hadir pula dari Pemerintah Aceh, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Akkar Arafat, S.STP., M.Si., Komisioner Baitul Mal Aceh Tgk. Fahmi M. Nasir, Kabag Kesra mewakili Kepala Biro Isra Aceh H. Sulaiman M. Hasan, Lc., M.A., serta Sekretaris Dinas Syariat Islam Aceh Marzuki, S.Ag., M.H.




