Banda Aceh, JBA – Forum Komunikasi Masyarakat Berkebutuhan Khusus Aceh Young Women Unit (FKM BKA YWU) dan beberapa komunitas peduli disabilitas ikut memasarkan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) karya penyandang disabilitas Aceh.
FKM BKA YWU pasarkan 21 produk disabilitas saat Festival QRIS Pasar Atjeh yang berlangsung 11- 17 Agustus 2026 di Gedung Pasar Aceh Baru, Banda Aceh.
“Kami menyiapkan stand untuk memasarkan produk kawan-kawan disabilitas. Mereka juga hadir langsung menjaga stan dan menawarkan produk pada pengunjung,” kata koordinator stan T. Putri Melza Chamela.
Ia menyebutkan banyak produk UMKM yang cocok untuk melengkapi kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan harian. Semua hasil keterampilan penyandang disabilitas seperti sekolah luar biasa (SLB) dan komunitas disabilitas lainnya.
Kegiatan ini wujud nyata kepedulian FKM BKA YWU yang sangat konsisten memberdayakan kelompok disabilitas dalam berbagai sektor pembangunan. Penyandang disabilitas punya hak yang sama untuk tumbuhkembang dan berkontribusi bagi daerah.
Salah satu kegiatan dalam festival ini adalah aktivasi booth karier yang melibatkan SLB dan komunitas disabilitas. Booth ini menjadi ruang interaksi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat potensi dan kemampuan penyandang disabilitas, sekaligus membuka perspektif mengenai kesempatan kerja dan partisipasi mereka dalam dunia ekonomi.
Tim FKM BKA YWU, Zainal Abidin
Suarja juga mengisi talkshow dengan isu disabilitas, khususnya pengalaman dan tantangan perempuan penyandang disabilitas dalam memperoleh kesempatan, kemandirian, serta partisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Talkshow tersebut diharapkan dapat menjadi ruang dialog untuk meningkatkan kesadaran publik bahwa penyandang disabilitas, termasuk perempuan disabilitas, memiliki potensi dan hak yang sama untuk memperoleh akses terhadap pendidikan, pekerjaan, pengembangan keterampilan, serta kesempatan untuk berkontribusi di masyarakat.
Malam ini, kata Zainal Abidin Suarja, Wali Kota Banda Aceh sebagai bentuk dukungan terhadap upaya membangun lingkungan yang lebih inklusif serta memberikan ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Puncak kegiatan akan dilanjutkan dengan fashion show hasil kolaborasi SLB bersama komunitas perias, yang akan dilaksanakan setelah salat Isya. Fashion show ini tidak hanya menjadi pertunjukan kreativitas, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap karya, kemampuan, dan kepercayaan diri anak-anak serta komunitas disabilitas.
Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari aktivasi QRIS, bazar UMKM, diskon Pasar Atjeh, job fair, career corner, seminar edukasi, community connect, fashion show, hingga berbagai kegiatan komunitas.
Melalui keterlibatan SLB dan komunitas disabilitas, Festival QRIS 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang transaksi dan promosi UMKM, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk memperkuat inklusi sosial dan ekonomi, memperluas kesempatan, serta menunjukkan bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian penting dari ekosistem pembangunan dan perekonomian daerah.
Produk disabilitas yang dipasarkan:
1. Kotak tisu
2. Lukisan
3. Bantal
4. Guling
5. Kotak penyimpanan
6. Telur asin
7. Peyek
8. Nampak kasap
9. Kasap
10. Gantungan kunci
11. Gelang
12. Gantungan kunci resin
13. Buku “mengajar dengan karya”
14. Buku “pembelajaran media lagu”
15. Buku “tncc rumah dari cinta”
16. Totebag
17. Payung
18. Tudung saji
19. Tutup gelas
20. Taplak meja
21. Baju Aceh




