MEULABOH,JBA- Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Meulaboh mengajak seluruh masyarakat Aceh Barat untuk bersama-sama menjaga ketenangan, persatuan, dan kedamaian di tengah situasi yang berkembang di Banda Aceh pada momentum peringatan Hari Damai Aceh. Sabtu, (15/8/2026).
HMI Cabang Meulaboh memandang bahwa kondisi yang terjadi di Banda Aceh harus disikapi secara bijaksana dan tidak boleh menjadi pemicu munculnya ketegangan baru di tengah masyarakat Aceh Barat. Setiap perkembangan informasi perlu disikapi secara kritis dan tidak langsung dipercaya ataupun disebarluaskan sebelum diketahui kebenarannya.
Ketua Umum HMI Cabang Meulaboh, Anwar Efendi, menyerukan kepada masyarakat Aceh Barat agar tetap tenang serta tidak mengambil sikap berdasarkan emosi dan provokasi.
“Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Aceh Barat untuk tetap tenang dan menjaga persatuan. Jangan sampai situasi yang terjadi di Banda Aceh membuat kita terpecah di daerah. Apa pun perbedaan pandangan yang ada, mari kita kedepankan akal sehat, persaudaraan, dan penyelesaian secara damai,” ujar Anwar Efendi.
Menurutnya, Aceh Barat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga suasana tetap kondusif. Masyarakat tidak perlu ikut terseret dalam ketegangan yang sedang berkembang, terlebih apabila informasi yang beredar di ruang publik belum dapat dipastikan kebenarannya.
HMI Cabang Meulaboh juga mengimbau para pemuda dan mahasiswa untuk mengambil peran sebagai penyejuk di tengah masyarakat. Kritik dan kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi, tetapi harus tetap dilakukan dengan cara yang bertanggung jawab serta tidak mengarah pada provokasi, kekerasan, maupun permusuhan antarsesama.
“Perbedaan pendapat tidak boleh menghilangkan rasa persaudaraan kita. Jangan karena berbeda pilihan atau pandangan, kemudian kita saling berhadapan. Aceh Barat harus menjadi contoh bahwa perbedaan dapat dikelola dengan dialog dan kedewasaan,” tegas Anwar.
Dalam momentum Hari Damai Aceh, HMI Cabang Meulaboh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengingat kembali bahwa perdamaian bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya. Perdamaian lahir dari kesediaan untuk menahan diri, menghormati perbedaan, dan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi.
Karena itu, HMI Cabang Meulaboh menyerukan kepada seluruh masyarakat Aceh Barat untuk:
Pertama, menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang berkembang.
Kedua, tidak menyebarkan informasi, foto, video, maupun narasi yang belum terverifikasi dan berpotensi memperkeruh keadaan.
Ketiga, mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menghadapi setiap perbedaan maupun persoalan.
Keempat, menjaga persaudaraan antarmasyarakat dan tidak menjadikan perbedaan pandangan sebagai alasan untuk saling bermusuhan.
Kelima, menjadikan momentum Hari Damai Aceh sebagai kesempatan untuk memperkuat kembali komitmen bersama dalam menjaga keamanan, persatuan, dan kedamaian Aceh Barat.
HMI Cabang Meulaboh menegaskan bahwa dalam situasi apa pun, masyarakat Aceh Barat harus tetap menjadi satu kesatuan. Jangan sampai konflik dan ketegangan di satu wilayah melahirkan persoalan baru di wilayah lainnya.
“Mari kita jaga Aceh Barat tetap damai. Tidak perlu ikut memperbesar ketegangan. Jadilah masyarakat yang menenangkan, bukan yang memanaskan. Karena menjaga perdamaian adalah tanggung jawab kita bersama.” (*)




