Banda Aceh, JBA – Lewat pengajian rutin yang gelar di Bale Al Washliyah kawasan Gampong Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu 29 Juli 2026, kali ini tema yang di usung adalah Bahaya Lesbian, Gay, Beseksual, Trangender (LGBT) dan upaya penanggulangannya.
Kepala kantor Kemenag Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman Arifin, S. Pd,. M. Ag mengupas panjang lebar tentang bahaya LGBT dan sejenisnya dari aspek agama, bahwa Allah SWT melarang manusia untuk melakukan perilaku yang menyimpang bahkan dalam Al-Qur’an Allah akan membalikkan bumi ini untuk ditimpakan bagi pelaku LGBT dan sejenisnya.
Lebih lanjut Salman menambahkan bahwa Allah tidak lakukan hal tersebut mengingat masih banyak orang yang saleh dan bertakwa kepada Allah, dari asbab orang salehlah kita terpelihara dari murka Allah SWT.
Pemateri selanjutnya adalah Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, drg. Supriadi, R. M. Kes mengungkap data-data tentang korban yang terpapar bahaya LGBT yang terdiri dari masyarakat biasa, siswa, mahasiswa dan juga orang tua, artinya siapa pun dapat terkena penyakit ini kalau kita tidak hati-hati dalam menghadapinya.
Pemerintah Kota Banda Aceh terus berupaya mengajak semua pihak terutama orang tua untuk bahu membahu agar generasi akan datang terselamatkan dari bahaya penyakit menular ini.
Dalam kesempatan tersebut juga hadir pegiat dakwah Ustaz Ihsan yang bergerak secara sukarela melakukan edukasi, pendampingan dan pembinaan bagi korban LGBT bahkan beliau memiliki data bagi korban tersebut dan inten melakukan dakwah terhadap mereka agar kembali ke jalan yang benar.
Menurut Ustaz Ihsan sangat susah untuk mengembalikan mereka ke jalan yang lurus, namun kami terus berusaha maksimal agar para korban dapat sadar.
Pengajian bulanan bagi generasi muda Al Washliyah rutin dilakukan setiap bulanannya dengan mengangkat tema aktual dan di hadiri berbagai kalangan terutama generasi muda.




