Berkunjung ke SD 1 Cundien dan belajar bersama anak-anak adalah pengingat bahwa pendidikan sejati tidak terjadi di atas kertas. Di teras sekolah dengan cat hijau dan oranye ini, kita tidak membawa nama kampus atau jabatan. Yang dibawa adalah sikap: mau menyapa, mau mendengar, dan mau jongkok agar sejajar dengan mereka. Anak-anak SD 1 Cundien tidak bertanya berapa IPK kita. Mereka bertanya, “Kak dari mana?” “Kak main lagi ya besok?” Dari pertanyaan polos itu kita belajar. Ternyata menjadi panutan bukan tentang pintar bicara, tapi tentang keteladanan kecil yang konsisten. Justru kita yang datang mengajar, malah pulang membawa pelajaran tentang sabar dan kejujuran.
Semangat di SD 1 Cundien juga sesuatu yang menular. Lihat di foto ini: seragam rapi, barisan tertib, sepatu dilepas rapi di tangga sebagai tanda hormat. Itu bukan formalitas. Itu bukti anak-anak datang ke sekolah karena mereka bahagia. Bagi kita yang sudah terbiasa dengan deadline dan rapat, energi mereka seperti air dingin di siang hari. Kehadiran kita mungkin hanya beberapa jam, tapi dampaknya bisa panjang. Bagi anak-anak, kakak-kak yang datang adalah bukti nyata bahwa belajar itu menyenangkan dan kuliah itu bisa diraih. Bagi kita, mereka adalah pengingat untuk tidak kehilangan rasa ingin tahu.
Agar kunjungan ke SD 1 Cundien tidak berhenti sebagai “kegiatan seremonial”, kita harus datang dengan semangat belajar bersama, bukan menggurui. Duduk melingkar di kelas, main sambil belajar, dan libatkan guru serta warga sekolah dari awal. Program terbaik adalah program yang sederhana tapi bisa diteruskan. Misalnya pojok baca yang dirawat guru, atau jadwal belajar tambahan yang dipegang kader sekolah. Tanpa keberlanjutan, semua kegiatan akan selesai saat kita pulang dan foto sudah diunggah. Dengan keberlanjutan, SD 1 Cundien yang akan terus merasakan manfaatnya.
Berkunjung ke SD 1 Cundien bukan tentang memberi. Ini tentang bertukar. Kita memberi waktu dan ilmu, anak-anak SD 1 Cundien memberi kita harapan dan cermin diri. Melepas sepatu di tangga sekolah artinya kita masuk dengan hormat. Harapannya, saat kita keluar, kita membawa pulang lebih dari sekadar dokumentasi. Kita membawa rasa syukur, tanggung jawab sosial, dan semangat untuk terus belajar. Karena masa depan SD 1 Cundien, dan sekolah-sekolah lain, dimulai dari seberapa serius kita hari ini mau belajar bersama mereka.
*Penulis Hasan Nuddin, Mahasiswa KKN USM




