Jantho, JBA – Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP PERGUNU) secara resmi melantik Pengurus Wilayah (PW) PERGUNU Aceh Masa Khidmat 2026–2031 dalam sebuah prosesi khidmat yang berlangsung di Aula Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Aceh Besar, Jumat (10/7/2026).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP PERGUNU, Prof. Dr. K.H. Asep Saifuddin Chalim, M.A., dan dihadiri jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Aceh, unsur Pemerintah Aceh, para ulama, tokoh pendidikan, kepala madrasah, guru, serta tamu undangan dari berbagai kabupaten/kota di Aceh.
Momentum pelantikan ini menjadi tonggak penting bagi PERGUNU Aceh dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan peran strategis guru Nahdlatul Ulama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Dalam arahannya, Ketua Umum PP PERGUNU menegaskan bahwa PERGUNU harus terus menjadi wadah pengabdian para guru Nahdlatul Ulama yang mampu menjawab tantangan zaman melalui peningkatan kompetensi, penguatan literasi pendidikan, transformasi digital, serta penguatan karakter kebangsaan dan keislaman.
“PERGUNU harus menjadi rumah besar bagi para guru Nahdlatul Ulama untuk terus berinovasi, meningkatkan profesionalisme, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia,” tegasnya.
Ketua PW PERGUNU Aceh, Dr. Furqan, menyampaikan komitmennya untuk membangun organisasi yang semakin solid, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan. Menurutnya, kepengurusan baru akan berfokus pada penguatan sinergi antar-pengurus, perluasan kaderisasi, peningkatan kualitas sumber daya guru, serta pelaksanaan program-program yang menjawab kebutuhan guru dan tenaga kependidikan di Aceh.
“Kami mengajak seluruh pengurus di tingkat wilayah, cabang, hingga komisariat untuk bersama-sama membangun PERGUNU sebagai organisasi profesi yang memberikan manfaat nyata bagi guru, madrasah, sekolah, dan masyarakat Aceh,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar PW PERGUNU Aceh, Tgk. H. Suryadi, S.Ag., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelantikan tersebut.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PP PERGUNU, Prof. Dr. K.H. Asep Saifuddin Chalim, M.A., yang telah berkenan hadir langsung ke Aceh untuk melantik kepengurusan PW PERGUNU Aceh. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh, Abu H. Faisal M. Ali, M.Pd., yang selama ini senantiasa memberikan bimbingan, arahan, dan dukungan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik dan lancar.
“Kami berharap seluruh pengurus yang telah dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, saling menguatkan, saling memberi masukan, serta bersama-sama berkhidmat demi kemajuan pendidikan di Aceh,” katanya.
Sekretaris PW PERGUNU Aceh, Tgk. Khasanda, M.Pd., juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelantikan dan lahirnya kepengurusan baru PW PERGUNU Aceh.
Menurutnya, kehadiran langsung Ketua Umum PP PERGUNU merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi besar bagi keluarga besar PERGUNU Aceh untuk terus mengembangkan organisasi secara profesional dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh, Abu H. Faisal M. Ali, M.Pd., yang selama ini terus membimbing dan mendampingi PW PERGUNU Aceh agar berjalan sesuai dengan cita-cita perjuangan Nahdlatul Ulama di Aceh. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Pemerintah Aceh yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, atas dukungan dan kehadirannya dalam acara tersebut.
“Kehadiran para ulama, pemerintah, tokoh pendidikan, dan seluruh guru menjadi energi besar bagi kami untuk terus membangun PERGUNU Aceh sebagai organisasi profesi yang berkontribusi nyata dalam memajukan pendidikan di Aceh,” ungkapnya.
Melalui pelantikan ini, PW PERGUNU Aceh diharapkan semakin memperkuat eksistensinya sebagai organisasi profesi guru Nahdlatul Ulama yang menjadi mitra strategis pemerintah, lembaga pendidikan, pesantren, dan masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan di Aceh maupun Indonesia. Kepengurusan Masa Khidmat 2026–2031 diharapkan mampu menghadirkan program-program inovatif yang berorientasi pada peningkatan kompetensi guru, penguatan karakter peserta didik, transformasi pendidikan, serta terwujudnya generasi yang unggul, berdaya saing, dan berakhlakul karimah.




