Kuala Simpang, JBA – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Peduli Bencana LPPM Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan kegiatan bertajuk “Praktik Pembelajaran Aman dan Responsif untuk Mendukung Psychological Well-Being Pasca Bencana” di beberapa sekolah di Aceh Tamiang sebagai bagian dari upaya menghadirkan sekolah sebagai ruang pemulihan pascabencana.
Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Retno Tri Hariastuti, M.Pd., Kons., dengan anggota Sherrin Nurlita Widya, M.Pd., dan Qurrota A’yuni Fitriana, M.Psi., Psikolog. Salah satu pelaksanaan kegiatan berlangsung di SDN 7 Kualasimpang, Aceh Tamiang, dengan melibatkan guru kelas, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta 108 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.
Kegiatan dikemas dalam bentuk simulasi pembelajaran aman dan responsif. Guru tidak hanya menerima materi, tetapi juga menyaksikan langsung bagaimana strategi pembelajaran yang empatik dan suportif diterapkan kepada siswa. Anak-anak diajak mengikuti aktivitas yang menyenangkan seperti bernyanyi bersama dan kegiatan lain yang membangun rasa aman dan kebersamaan di kelas.
Dr. Retno Tri Hariastuti menegaskan bahwa guru memiliki peran sebagai safe adult, yakni figur dewasa yang mampu menciptakan rasa aman bagi siswa di tengah situasi sulit. Menurutnya, sekolah juga perlu menjadi healing space yang membantu siswa merasa diterima dan dipahami sebelum mereka kembali fokus pada pembelajaran akademik.
Selain di tingkat sekolah dasar, kegiatan juga dilaksanakan di SMAN 2 Percontohan Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Pada jenjang SMA, pendekatan difokuskan pada penguatan regulasi emosi remaja melalui praktik butterfly hug. Teknik ini diperkenalkan sebagai metode sederhana yang dapat membantu siswa menenangkan diri saat mengalami kecemasan atau tekanan emosional.
Setelah praktik butterfly hug, beberapa siswa membagikan pengalaman mereka. Ada yang merasa lebih tenang, ada pula yang menyadari tubuhnya menjadi lebih rileks. Sesi berbagi ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan perasaan tanpa rasa takut dihakimi.
Dari rangkaian kegiatan ini, Tim PKM UNESA berharap praktik pembelajaran aman dan responsif dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah terdampak bencana. Dengan pendekatan yang empatik, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan psikologis, sekolah diharapkan mampu menjadi lingkungan yang mendukung pemulihan emosional sekaligus menjaga keberlanjutan proses belajar siswa.




