Banda Aceh – Wakapolda Aceh, Ari Wahyu Widodo, memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Apel Mapolda Aceh, Rabu 18 Februari 2025. Upacara ini menjadi momentum penguatan komitmen institusi dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung gerakan Indonesia Asri.
Kegiatan tersebut diikuti Irwasda, para Pejabat Utama (PJU), perwira menengah (Pamen), perwira pertama (Pama), Bintara, Tamtama, hingga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polda Aceh.
Dalam upacara itu, Wakapolda membacakan amanat tertulis Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas kontribusi nyata dalam menjaga harkamtibmas serta membantu pemulihan pascabencana di wilayah Aceh.
Kapolda menegaskan, saat ini Kepolisian Negara Republik Indonesia tengah menjalani transformasi besar menuju perubahan peradaban di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, mulai dari rivalitas kekuatan besar, tekanan ekonomi, hingga potensi konflik berskala luas.
“Diperlukan kesiapan, kewaspadaan, serta kemampuan adaptasi dari seluruh jajaran agar mampu mengantisipasi setiap potensi ancaman dan tantangan yang berkembang,” demikian amanat Kapolda yang dibacakan Wakapolda.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi bersama Tentara Nasional Indonesia sebagai pilar utama pertahanan dan keamanan negara. Menurutnya, pimpinan di semua level harus terus memperluas wawasan dan memahami perkembangan global, termasuk di bidang politik, ekonomi, pertanian, dan teknologi.
Kapolda mengingatkan bahwa perang modern tidak selalu bersifat konvensional, melainkan dapat terjadi melalui teknologi, sistem keuangan, pengaruh demografi, hingga penguasaan sumber daya. Karena itu, setiap jabatan merupakan amanah yang menuntut tanggung jawab moral, ketegasan, dan integritas.
Selain itu, ia menegaskan tidak boleh ada tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum maupun gedung pemerintahan. Aparat diminta memastikan seluruh objek vital dan fasilitas publik tetap aman melalui langkah yang profesional, proporsional, dan sesuai hukum.
Dalam amanat tersebut juga disoroti pentingnya mendukung Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Personel Polri diharapkan menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan kerja dan kehidupan masyarakat yang bersih, tertata, serta nyaman.
Polda Aceh juga diminta mengawal berbagai program pemerintah tahun 2026, termasuk menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, mencegah kebocoran anggaran, serta memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif guna mendorong kesejahteraan masyarakat.
Penguatan pengawasan internal menjadi perhatian utama, terutama dalam merespons tingginya laporan masyarakat. Kebijakan zero tolerance terhadap penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran anggota ditegaskan harus dilaksanakan secara transparan dan berkeadilan.
Penanganan kejahatan menonjol seperti judi daring, narkotika, dan kejahatan siber juga diminta terus diperkuat. Satgas Pangan diinstruksikan aktif menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Dalam penutupan amanatnya, Kapolda mengajak seluruh personel menjadikan Hari Kesadaran Nasional sebagai momentum memperkuat disiplin, meningkatkan integritas, serta meneguhkan komitmen pelayanan kepada masyarakat.
“Budaya kerja yang bersih, responsif, dan akuntabel harus terus dibangun, disertai penghargaan bagi personel berprestasi serta pembinaan tegas terhadap setiap pelanggaran,” demikian pesan Kapolda.




