PAS Aceh Perkuat Barisan di Abdya, Abuya Mawardi: Setelah Adil Baru Sejahtera

Blangpidie, Jaringanberitaaceh.com – Partai Adil Sejahtera (PAS) Aceh melaksanakan Konsolidasi Penguatan Peran dan Persatuan Tgk Dayah, Balai Pengajian, TPA, Tgk Imam, Tgk Sagoe, Tgk Khatib dan Tgk Bilal serta Jamaah Thariqat Naqsyabandiyah Aceh Barat Daya, di Dayah Darul Ulumuddiniyah, Gampong Rambong, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu, 3 Mei 2023.

Ketua Umum PAS Aceh, Tgk H Bulqaini Tanjungan mengatakan politik tanpa agama akan hancur. Sebaliknya agama tanpa politik akan hilang.

“Kehadiran kita bukan untuk mengalahkan partai lokal (Parlok) lainnya, tetapi untuk memaksimalkan kursi dari parlok,” jelas Tu Bulqaini saat sambutannya.

Tu Bulqaini menyebutkan nama-nama calon legislatif (Caleg) DPRA sudah rampung dan sudah dikirim. Ia meminta Abuya Mawardi Waly Al-Khalidi untuk istikharah agar terang siapa di antara nama tersebut yang lebih baik untuk bangsa dan partai.

“Jadi dewan sebagai wakil rakyat, bukan wakil partai. Partai cuma jalan,” tegasnya.

Pimpinan Dayah Darussalam Labuhan Haji yang juga Nashihin PAS Aceh, Syekh Abuya Mawardi Waly Al-Khalidi mengatakan sebuah negara atau daerah akan sejahtera bila telah hidup keadilan. Setelah adil baru sejahtera. Jika ada caleg ingin kekayaan, mundur saja dari sekarang.

“Andaikan kita menang dengan kecurangan, sebenarnya kita tidak menang, tidak ada gunanya menang dengan cara yang salah,” tegas Abuya.

Sementara Pimpinan Dayah Ulumuddiniyah, Syeh H Abdul Salam Al-Ghalibi meminta kader PAS dan seluruh teungku di Abdya untuk saling menguatkan, menjaga kekompakan, dan bekerja sama memberikan yang terbaik untuk PAS Aceh dari sekarang dan sampai kapan pun.

Dosen Ma’had Ali Darussalam Syeh Abuya Muda Wali Al-Khalidi, Abu Yazid Al Yusufi menyebutkan agak sulit menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa kita adalah pelaku dalam politik.

“Kita selalu petimang goep. Semenjak perang Aceh-Belanda, teungku dan ulama berpolitik. Namun Belanda menghapus ini, supaya Belanda bisa menaklukkan Aceh. Isu tersebut masih hidup dalam masyarakat Aceh hingga sekarang,” katanya.

Ia berharap, para teungku dan ulama tidak lagi menjadi jembatan orang lain untuk menyeberang menuju kekuasaan. Tetapi setelah berhasil, kita dianiaya. Orang yang duduk di eksekutif dan legislatif yang notabene bukan ahli agama, akan menghancurkan pembela agama.

“Mari saling membantu PAS, yang sudah dibentuk oleh para ulama Aceh,” ucapnya.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT