Seniman Asal Bogor Pamerkan Dua Karya pada Pameran di Lippo Ekalokasari




Jaringanberitaaceh.com- Seniman asal Bogor Supriyadi Hidayat yang sering dipanggil dengan sebutan “Uie”, ia memamerkan 2 karya lukisan terbaru miliknya dalam Catatan Akhir Tahun, Pameran Seni Rupa Bogor yang ditegaskan oleh Rumah Kreatif Dara di Lippo Ekalokasari Plaza pada Sabtu 17 Desember.

Pameran seni rupa yang digelar Rumah Kreatif Dara ini akan berlangsung selama dua minggu terhitung 17 Desember 2022 sampai 1 Januari 2023.

Pameran seni rupa Bogor berkerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor yang dibuka oleh Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.

Wali kota Bogor Dedie A Rachim sedang mengapresiasi lukisan dengan kaca pembesar.

Supriyadi menampilkan dua karya dramatis selama dua tahun terakhir yang bertemakan Why How Our dan Re Lung.

Untuk tema Why How Our Supriyadi menjelaskan “Sering kali kita dihadapkan dengan fragmen-fragman anomali dalam satu proses kehidupan yang estetik, yang membuat kita jauh lebih dalam untuk membuat pola berfikir, dan tidak ada yang bisa dipercaya selain hti kita sendiri untuk menentukan literasi dalam kehidupan.”

Sedangkan tema Re yang bearti (kembali) dan Lung (paru-paru), arti ini yang merupakan suatu kedudukan dan peran suatu organisme dari beragam makhluk hidup dalam suatu ekologi atau lingkungan dan dipengaruhi oleh faktor biotik dan abiotik.

Relung menentukan bagaimana spesies memberi tanggapan terhadap ketersediaan sumberdaya hidup dan keberadaan pesaing dan pemangsa dalam suatu ekosistem,” ujar Supriyadi.

Karya lukisan miliknya adalah karya Black and White dengan menggunakan drawing pen di atas kanvas, pembuatan dua karya lukis tersebut memerlukan waktu selama satu minggu.

Supriyadi mengaku judul Why How Our menggambarkan situasi masyarakat ketika pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia selama dua tahun kebelakang, termasuk Indonesia.

Dalam pameran kali ini, ia menjual hasil karya lukisan dan memasarkan karya lukisannya dalam bentuk cetak pada kaos yang dihargai Rp299.000.

“Untuk di sini saya tidak menjual karya originalnya, hanya karya yang dicetak di kaos sebagai merchandise dan itupun limited edition,” ujar Supriyadi kepada awak media pada, kamis 22 Desember 2022.

Catatan Akhir Tahun diikuti sebanyak 33 perupa (seniman) meliputi 8 perupa wanita dan 25 perupa pria.

“Bertepatan dengan bulan desember dimana bulan terakhir di penghujung Tahun antusias pengunjung yg datangpun sangat ramai dengan memadati venue Exhibition walaupun hanya Sekedar menikmati 33 Karya perupa, dengan tanya jawab soal karya maupun juga yang selvi selvi.”

“Harapan dari terselenggaranya pameran ini untuk kedepannya khususnya pemerintah kota bogor harus memperhatikan lokasi untuk para seniman yg akan berPameran selanjutnya, supaya animo dan akses masyarakat luas pun juga lebih bisa objective terhadap pameran yg di gelar,” Ujar Supriyadi. (Nuriana)

spot_img
spot_img
spot_img

TERBARU

spot_img
spot_img

BERITA TERHANGAT

BERITA MINGGUAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT