Majukan Pertanian, Kementerian Pertanian Luncurkan Tanam Perdana Padi Modern di Aceh Jaya

CALANG, JBA- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi (BRMP) Aceh meluncurkan tanam perdana padi menggunakan metode pertanian modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) seluas 314 hektar di Gampong Harapan, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya.

Kepala BRMP Aceh Firdaus menjelaskan kalau salah satu program Menteri Pertanian adalah mensejahterakan petani. Salah satu mensejahterakan petani adalah peningkatan produktivitas padi dengan kebiasaan kita 5 ton atau 6 ton namun dengan program pertanian modern, Advanced Agriculture System ini, kita bisa meningkat produktivitas menjadi 10 ton.

Berarti dengan program PM AAS ini dapat cepat mensejahterakan petani sampai seratus persen. Kalau kebiasaan sekarang tanam 5 ton dengan keuntungan sekitar Rp35 juta, berarti dengan program PM AAS ini, kita bisa meningkatkan keuntungan petani menjadi Rp 60 sampai 70 juta per sekali tanam, “Kata Kepala BRMP Aceh, Firdaus, usai melakukan penanaman perdana program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS), Sabtu (26/9/2026).

Ia menambahkan kalau kenapa produksi mencapai 10 ton dengan sistem PM AAS karena memberi kerapatan tanamnya.

“Jumlah populasi tanaman padi per hektar itu bertambah dari 300.000 per rumpun kita dengan sistem PM AAS ini menjadi 800.000. Jadi dia semakin rapat ke belakang tapi barisannya tetap 25 cm. Kemudian lebih efektif, efisien. Tidak ada lagi mengeluarkan anggaran Rp3,5 juta untuk ongkos tanam. Karena kita langsung ke dalam lahan sehingga tanaman menjadi sehat, tidak ada stres lagi, ” Katanya.

Firdaus juga menjelaskan kalau pemilihan lokasi di Aceh Jaya sendiri juga melihat wilayah yang tersedia air, Karena prosesnya membutuhkan air.

“Untuk PM AAS di Aceh Jaya sendiri tahap awal seluas 314 hektar itu program pertama. Untuk seluruh Aceh kita targetkan 34.500 hektar program PM AAS ini sampai bulan Desember 2026,” Katanya.

Ia juga mengharapkan kedepan seluruh wilayah di Aceh dapat mengikuti program PM AAS apalagi saat ini seluruh kegiatan didampingi oleh penyuluh-penyuluh.

“Penyuluh-penyuluh kita ini target Pak Menteri Pertanian harus mendampingi 50 hektar per satu orang penyuluh, “katanya.

Ia juga menjelaskan kalau pihaknya akan mendukung setiap kebutuhan teknis dilapangan seperti halnya Seeder untuk alat tanam kedpan akan disediakan.

Dukungan alat seperti seeder (Alat sorong benih padi) akan kita sediakan untuk semua penyuluh dan semua desa. Total yang sudah kami bisa tahu angkanya itu sekitar 3.045 unit. Itu dengan anggaran hampir 3 miliar lebih. Artinya satu unit itu satu jutaan,” Katanya

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Azanuddin Kurnia, mengharapkan agar jangan ragu dengan teknologi yang ada.

“Jadi teknologi ini tidak bisa dihambat, ketika ada hal-hal yang baru, tentu pemerintah tidak akan mau bermain-main dan akan terus mendorong demi kesejahteraan petani, ” Katanya.

Ia juga menambahkan kalau dengan program PM ASS ini akan menambah produktivitas petani namun catatannya petani memang harus mengikuti serius seperti memberi pupuk berimbang, airnya dijaga.

“Pemerintah akan terus membantu para petani di Aceh sesuai dengan Arahan Gubernuh Aceh dan Wagub serta Sekda Aceh, seperti halnya benih termasuk alsintan. Alsintan saja pada tahun ini 2026 bantuan dari kementerian ada sekitar 1700 unit untuk seluruh kabupaten kota. Kita juga mengucapkan terimakasih kepada Menteri Pertanian, ” Katanya.

Sementara itu Bupati Aceh Jaya, Safwandi menyambut baik dengan adanyaprogram tersebut sehingga kedepan produktivitas petani juga akan meningkat.

“Petani ini memang prioritas utama kita karena ini merupakan adalah pelayanan dasar dan kebutuhan bagi

kita, sehingga dorongan ataupun dukungan dari pada pemerintah daerah sangat serius terhadap para petani, ” Katanya.

Safwandi juga mengharapkan kepada para petani agar tidak mengalihfungsikan lahan dari sawah ke kebun sawit.

Oleh karenanya kita juga harus memperhatikan dengan serius terhadap petani karena di mana petani ini jangan sampai nanti beralih fungsi. Contoh kita harus tetap membantu yang di kawasan yang sangat tinggi sedikit kita bantu pompanisasi agar mereka itu bisa bercocok tanam dan bertani walaupun tidak sempat tiga kali setahun minimal bisa melaksanakan dua kali, ” Katanya.

Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Azanuddin Kurnia, Bupati Aceh Jaya, Safwandi, Kepala BRMP Aceh Firdaus, Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, Dailami, BPS Aceh Jaya serta para Penyuluh Aceh Jaya.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT