KNPS Aceh dan BKKBN Jajaki Kolaborasi Cegah Stunting dan Perkuat Intervensi Pascabencana

Banda Aceh – Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, SKM, M.Kes, menerima kunjungan pengurus Komite Nasional Pemuda Syarikat (KNPS) Aceh dalam rangka menjajaki kerja sama program, khususnya di bidang pencegahan stunting dan penguatan intervensi sosial pascabencana. Banda Aceh, 13 April 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Safrina menyampaikan pihaknya menyambut baik rencana kolaborasi dengan KNPS. Menurutnya, berbagai program Kemendukbangga yang berbasis siklus kehidupan mendapat respons positif dari KNPS, sehingga membuka peluang sinergi yang lebih luas ke depan.

“Kami sangat senang bisa berkolaborasi dengan KNPS. Untuk mencapai tujuan besar, tentu tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus bersama-sama agar lebih ringan dan efektif,” ujar Safrina.

Safrina menjelaskan, BKKBN Aceh selama ini juga aktif menjalankan misi kemanusiaan, terutama dalam penanganan pascabencana di berbagai wilayah. Pihaknya telah menyalurkan bantuan ke 17 kabupaten/kota, dengan fokus utama pada delapan daerah yang terdampak paling parah, seperti Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

Dalam penanganan tersebut, BKKBN Aceh tidak hanya menyalurkan bantuan logistik seperti sembako dari donasi ASN dan relawan, tetapi juga memberikan layanan kesehatan reproduksi dan pendampingan psikososial.

“Kami memastikan pelayanan tetap berjalan, termasuk pelayanan KB di tenda pengungsian. Alat kontrasepsi yang habis kami distribusikan kembali, bahkan pemasangan implan bisa dilakukan langsung di lokasi pengungsian,” jelasnya.

Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan lansia. Safrina menegaskan bahwa aspek trauma healing menjadi prioritas utama dalam pemulihan pascabencana.

Untuk mendukung hal tersebut, BKKBN Aceh melibatkan generasi muda melalui program Generasi Berencana (GenRe). Para remaja ini mendapatkan pelatihan psikososial secara daring dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Pusat, sehingga mampu memberikan pendampingan yang tepat kepada korban bencana.

“Anak-anak GenRe kita sudah dibekali kemampuan untuk berinteraksi dan memberikan dukungan psikologis. Mereka turun langsung bersama PLKB sebagai relawan yang sudah tersertifikasi,” tambah Safrina.

Ia juga mengakui berbagai tantangan di lapangan, mulai dari medan sulit hingga keterbatasan fasilitas. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat tim untuk terus membantu masyarakat.

“Kami pernah menghadapi kondisi ekstrem, seperti harus naik sampan hingga tim terjebak di lokasi bencana. Tapi semua itu menjadi bagian dari pengabdian,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KNPS Aceh, Tuanku Muhammad, menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung upaya pencegahan stunting di Aceh. Menurutnya, meskipun stunting tidak dapat dicegah secara 100 persen, namun upaya bersama dapat menekan angkanya secara signifikan.

“Minimal dengan kehadiran KNPS, kita bisa mengurangi angka stunting di Aceh. Dimulai dari menjaga diri dan keluarga, hingga memberikan pendampingan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, KNPS juga telah menjalankan sejumlah program sederhana namun berdampak, seperti Gerakan Berbagi Telur di Pidie Jaya, yang bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat.

“Hal kecil seperti telur ternyata memberikan dampak besar. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus bergerak,” katanya.

Tuanku Muhammad juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan stunting, termasuk dengan BKKBN sebagai lembaga yang memiliki pengalaman dan program yang kuat di bidang kependudukan dan keluarga berencana.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada sinergi, termasuk melibatkan keluarga sebagai unit terkecil dalam pencegahan stunting,” ujarnya.

Ia optimistis, melalui kolaborasi tersebut, generasi muda Aceh dapat dipersiapkan menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045.

“Dengan waktu yang tersisa menuju 2045, inilah momentum kita menyiapkan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas. Kami siap berkolaborasi dengan BKKBN untuk mewujudkan itu,” tutup Ketua KNPS Aceh.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT