CALANG,JBA- Sejumlah ASN terlihat bergegas meninggalkan warung kopi saat tim gabungan melakukan penertiban di Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, Selasa (27/10/2026).
Dalam kegiatan yang melibatkan Satpol PP dan WH, BKPSDM, serta Disdikbud Kabupaten Aceh Jaya, dua ASN berhasil didata dan diberikan pembinaan.
Kepala Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Jaya, Lukman Hakim, SH, melalui Kepala Bidang Tibumtranlinmas, Hamdani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi pada 12 Oktober 2026, sebagai upaya menegakkan disiplin ASN sesuai PP Nomor 94 Tahun 2021, Qanun Kabupaten Aceh Jaya Nomor 2 Tahun 2023, dan Perbup Aceh Jaya Nomor 35 Tahun 2025.
“ASN memiliki tanggung jawab kepada negara dan masyarakat. Jam kerja bukan waktu untuk bersantai di berlama-lama warung kopi, melainkan waktu untuk bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Hamdani.
Selain ASN, petugas juga menemukan 10 pelajar berkeliaran saat jam sekolah, terdiri atas delapan siswa tingkat SLTA/sederajat dan dua siswa tingkat SLTP/sederajat. Mereka diberikan pembinaan dan dijemput oleh kepala sekolah serta guru masing-masing.
Hamdani mengingatkan bahwa pengawasan terhadap pelajar bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga orang tua dan masyarakat. Kepedulian semua pihak sangat dibutuhkan agar anak-anak tidak kehilangan waktu belajar dan kesempatan meraih masa depan.
“ASN harus meningkatkan rasa kesadaran terhadap tanggung jawabnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat sekaligus harus menciptakan citra dan persepsi positif bagi masyarakat. Jangan sampai masyarakat menuntut pelayanan yang baik, tetapi kedisiplinan justru diabaikan. Bagi pelajar harus fokus pada pendidikannya, Jangan pula kita berharap lahir generasi hebat jika kepedulian terhadap pendidikan masih lemah.”
Hamdani mengingatkan bahwa persoalan ini membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Orang tua, guru, tokoh pendidikan dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pengawasan agar anak-anak tidak kehilangan waktu belajar dan terhindar dari kebiasaan yang dapat merugikan kesehatan serta masa depan mereka.
“Harapan kita bukan sekadar menertibkan, tetapi juga menyadarkan. Kita ingin ASN semakin bertanggung jawab dalam menjalankan amanahnya dan anak-anak kita (para siswa) menggunakan waktu sekolah untuk belajar, bukan justru bersantai dan merokok di luar lingkungan pendidikan,” ungkapnya.
Penertiban ini diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa disiplin adalah tanggung jawab, pendidikan adalah masa depan, dan kepedulian adalah tugas kita semua.




