Pemkab Aceh Jaya Mulai Pembersihan Lahan Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi

CALANG,JBA– Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya memulai tahapan perdana pembersihan lahan untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di kawasan depan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Aceh Jaya, Desa Keutapang, Kecamatan Krueng Sabee pada Jum’at (23/10/2026).

Pembangunan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah tersebut.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Jaya, Ketua DPRK Aceh Jaya, Unsur Forkopimda Aceh Jaya, Instansi Vertikal Aceh Jaya, Para Kepala SKPK Terkait, Camat Krueng Sabee, Keuchik, PWI dan unsur terkait lainnya.

Bupati Aceh Jaya, Safwandi, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) atas dukungan yang diberikan sehingga Aceh Jaya terpilih sebagai salah satu daerah yang dapat melanjutkan tahapan pembangunan SNT.

“Kita sudah menyaksikan bahwa di Kabupaten Aceh Jaya baru saja dimulai pelaksanaan perdana pembersihan lahan SNT. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah membantu Aceh Jaya. Kita berharap pembangunan ini dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Aceh Jaya,” ujar Safwandi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), khususnya Bapak Safran, yang selama ini mendampingi pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai tahapan kegiatan serta memenuhi persyaratan pembangunan SNT.

Menurut Safwandi, terpilihnya Aceh Jaya sebagai salah satu daerah yang dapat melanjutkan pembangunan SNT merupakan hasil dari proses persiapan dan pemenuhan sejumlah persyaratan yang telah dilakukan pemerintah daerah bersama berbagai pihak terkait.

Atas capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya turut mengapresiasi dukungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta peran Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam membantu penyelesaian persoalan pertanahan, termasuk penanganan sengketa tanah dan proses sertifikasi lahan yang sebelumnya belum memiliki sertifikat.

“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi seluruh pihak, terutama Forkopimda dan BPN, yang telah membantu menyelesaikan persoalan tanah, termasuk lahan yang belum bersertifikat sehingga dapat diproses sertifikasinya dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” katanya.

Safwandi menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari BPMP, pembangunan fisik SNT di Kabupaten Aceh Jaya direncanakan mulai dilaksanakan pada akhir 2026 atau awal 2027.

Ia berharap, pembangunan SNT nantinya tidak hanya menjadi penambahan fasilitas pendidikan, tetapi juga mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan yang berkualitas serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Aceh Jaya.

Dimulainya pembersihan lahan ini menjadi tahapan awal menuju realisasi pembangunan SNT di Aceh Jaya. Pemerintah daerah berharap seluruh proses selanjutnya dapat berjalan sesuai persyaratan dan rencana yang telah ditetapkan, sehingga pembangunan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan generasi mendatang.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT