Polda Aceh Jelaskan Perkembangan Kasus Dugaan Penganiayaan yang Melibatkan Bupati Aceh Barat




Banda Aceh – Polda Aceh melalui Dirreskrimum Kombes Pol. Sony Sanjaya, S. I. K, Jum’at (29/1/21) memberikan penjelasan terkait perkembangan kasus penganiayaan yang diduga dilakukan Bupati Aceh Barat beserta Cs.

Kasus tersebut ditindaklanjuti berdasarkan adanya laporan dari Z alias TJ (40) dengan laporan polisi LP/29/II/YAN.2.5./2020/SPKT, Tanggal 18 Februari 2020, tentang tindak pidana penganiayaan.

Dirreskrimum Polda Aceh menyampaikan, hasil penyelidikan dengan terlapor R Cs ini tahapannya sudah dilalui.




“Dari 14 saksi yang telah kami minta keterangan, ada 3 saksi yang mencabut keterangannya,” jelas Sony Sanjaya.

“Dengan berkembangnya opini ‘penegakan hukum tumpul ke atas tajam ke bawah’ yang menyudutkan pihak polri, dalam hal ini Ditreskrimum Polda Aceh, maka kami ingin meluruskan bahwa penyidikan yang kami lakukan sudah berdasarkan fakta-fakta yang ada,” sebutnya.

Dalam pemeriksaan tersebut lanjutnya, selain melihat TKP penyidik juga juga sudah memeriksa bukti-bukti berdasarkan pasal 84 KUHAP tentang alat bukti.

“Perkara yang dilaporkan adalah penganiayaan yang mengakibatkan luka. Alat bukti yang sudah kami dapatkan adalah hasil visum,” rincinya.

“Sesuai dengan yang dilaporkan adalah penganiayaan yang mengakibatkan luka, maka luka ini harus disampaikan oleh ahli. Tidak bisa penyidik berkesimpulan, Oya ini luka, atau pelapor mengatakan luka,” sebut Dirreskrimum.

Sesuai dengan hukum acara, maka luka itu harus dinyatakan oleh ahli, ahli yang menyatakan dalam bentuk surat yaitu visum. Sehingga ketika korban melapor ke Polres Aceh Barat, kemudian polisi meminta visum dikeluarkan visum oleh rumah sakit Cut Nyak Dhien Aceh Barat.

“Kemudian berdasarkan visum tersebut, korban beserta rekan korban ke Nagan Raya minta di rawat di RS Nagan raya, kenapa diminta dirawat,” kata Sony.

Penyidik juga minta keterangan juga apa yang menjadi alasan korban dirawat, apakah karena penganiayaan yang dilaporkan atau tidak?. Berdasarkan visum, korban ke Nagan Raya minta dirawat di RS Nagan Raya.

Selanjutnya dari hasil visum dari di RSUD Meulaboh dan RSUD Nagan Raya tidak ditemukan luka pada bagian wajah.

Hingga saat ini, barang bukti yang telah disita berupa 1 kursi duduk besi warna biru dan 1 unit HP Sony Eperia.

Dalam perkembangan kasus ini juga sudah ada yang menjadi tersangka, yaitu inisial IL alias SO.

“Saat ini perkembangan kasus tersebut masih berlanjut dan jika ada bukti lain, silahkan sampaikan ke penyidik,” tukasnya mengakhiri keterangan. Red.

spot_img
spot_img

TERBARU

spot_img

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img

BERITA MINGGUAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

3 KOMENTAR

  1. … [Trackback]

    […] There you will find 35691 more Info to that Topic: jaringanberitaaceh.com/hukum/polda-aceh-jelaskan-perkembangan-kasus-dugaan-penganiayaan-yang-melibatkan-bupati-aceh-barat/ […]

  2. … [Trackback]

    […] Information on that Topic: jaringanberitaaceh.com/hukum/polda-aceh-jelaskan-perkembangan-kasus-dugaan-penganiayaan-yang-melibatkan-bupati-aceh-barat/ […]

  3. … [Trackback]

    […] Read More on that Topic: jaringanberitaaceh.com/hukum/polda-aceh-jelaskan-perkembangan-kasus-dugaan-penganiayaan-yang-melibatkan-bupati-aceh-barat/ […]

Comments are closed.