STAI Aceh Tamiang Jalani Asesmen Lapangan Pembukaan Program Magister Pendidikan Agama Islam

Kuala Simpang, JBA — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Aceh Tamiang melaksanakan asesmen lapangan dalam rangka pengajuan pembukaan Program Studi Magister (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI). Kegiatan tersebut berlangsung Sabtu (17/10/2026), di Kampus STAI Aceh Tamiang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Rangkaian asesmen lapangan berlangsung selama tiga hari, sejak 16 hingga 18 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk mengevaluasi kesiapan penyelenggaraan pendidikan pascasarjana sekaligus mendukung pengembangan mutu akademik dan perluasan akses pendidikan tinggi di Aceh Tamiang.

Ketua STAI Aceh Tamiang, Dr. Rizki Maulana menyampaikan terima kasih kepada tim asesor dan tim Subdirektorat Pengembangan Akademik Kementerian Agama Republik Indonesia yang telah hadir dalam pelaksanaan asesmen lapangan tersebut.

“Terima kasih kepada Tim Asesor, yaitu Prof. Dr. Bukhori Muslim, M.Ag. dan Dr. Isnaini Harahap, M.Ag., serta tim Subdit Pengembangan Akademik Kementerian Agama Republik Indonesia,” ujar Rizki Maulana.

Ia juga menegaskan STAI Aceh Tamiang tidak hanya fokus pada penyelenggaraan pendidikan jenjang sarjana (S1), tetapi juga berupaya mengembangkan pendidikan hingga jenjang pascasarjana.

“Kampus STAI Aceh Tamiang bukan hanya berproses pada strata satu, tetapi juga ke jenjang pascasarjana atau S2,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof Bukhori Muslim menjelaskan asesmen lapangan merupakan bagian proses evaluasi yang dilaksanakan berdasarkan dokumen pengajuan dan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, asesmen bukan bertujuan mencari kesalahan perguruan tinggi, melainkan mengevaluasi kesesuaian antara borang yang diajukan dan kondisi serta kesiapan institusi dalam menyelenggarakan program studi yang diusulkan. Proses tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan amanah regulasi yang harus dipenuhi dalam pengajuan pembukaan program studi.

Perwakilan yayasan, Prof. Dr. Muzakir Samidan Prang, S.H., M.H., M.Pd., menyampaikan harapan agar STAI Aceh Tamiang terus berkembang dan meningkatkan kualitas kelembagaannya sehingga mampu sejajar dengan perguruan tinggi lainnya.

“Atas nama yayasan, kami berharap STAI Aceh Tamiang bisa sejajar dengan kampus-kampus lainnya,” ungkap Muzakir Samidan Prang.

Selain pengembangan pendidikan pascasarjana, STAI Aceh Tamiang juga dijadwalkan menjadi bagian dari pelaksanaan konferensi internasional yang melibatkan lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Jepang, dan Vietnam, pada 21 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mengangkat isu penanganan banjir dan direncanakan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Agenda internasional tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas negara sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan masyarakat melalui kegiatan akademik dan pengabdian.

Melalui asesmen lapangan ini, STAI Aceh Tamiang berharap dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam pengajuan pembukaan Program Studi Magister PAI. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan memperluas kesempatan masyarakat Aceh Tamiang untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang pascasarjana.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT