Kuala Simpang, JBA – Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) bersama Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Aceh dan mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker (PSPPA) INKES Helvetia Medan, serta Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kabupaten Aceh Tamiang melaksanakan aksi kemanusiaan berupa pelayanan kesehatan, penyaluran bantuan logistik, dan buka puasa bersama bagi masyarakat terdampak banjir di Desa Kampung Durian, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian tenaga kesehatan terhadap kondisi masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan pascabanjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Banjir yang sempat merendam pemukiman warga menyebabkan berbagai aktivitas masyarakat terganggu serta berdampak pada kondisi kesehatan dan ekonomi warga.
Hingga saat ini, sebagian masyarakat Kampung Durian masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Selain itu, kondisi lingkungan pascabanjir juga meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim relawan, sejumlah warga mengeluhkan penyakit yang umum muncul setelah bencana banjir, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, diare, demam, serta keluhan kelelahan akibat aktivitas pembersihan rumah dan lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, tim relawan memberikan berbagai layanan kepada warga, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi kesehatan, hingga edukasi penggunaan obat yang benar. Tim juga menyalurkan bantuan logistik yang berisi kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak. Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh warga dan para relawan, menciptakan suasana kebersamaan di tengah proses pemulihan pascabencana.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Warga yang hadir memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus menerima bantuan yang disalurkan oleh tim relawan.
Salah satu perwakilan warga Desa Kampung Durian menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh para tenaga kesehatan dan relawan.
“Kami sangat senang dan merasa diperhatikan dengan adanya pemeriksaan kesehatan, pembagian bantuan logistik dan buka puasa bersama ini, karena hingga saat ini kami masih terbatas akses kesehatan dan kesulitan ekonomi,” ujarnya.
Ketua Pengurus Daerah IAI Aceh apt. Tedy Kurniawan Bakri, M.Farm. berharap kegiatan kemanusiaan ini tidak hanya menjadi aksi sesaat, tetapi dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin silaturahmi yang berkesinambungan antara tenaga kesehatan dan warga Kampung Durian. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan literasi kesehatan masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin serta memahami praktik swamedikasi yang benar,” ujarnya.
Lebih luas lagi, aksi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para apoteker dan tenaga kesehatan lainnya untuk turut terlibat dalam kegiatan kemanusiaan, khususnya di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan perhatian dan dukungan layanan kesehatan.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, diharapkan upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana dapat berjalan lebih optimal, baik dari sisi kesehatan, sosial, maupun kemanusiaan.




