Sejarah Natal, Kota Banda Aceh Rayakan Misa Natal di Gereja Katolik Hati Kudus




Jaringanberitaaceh.com- Sejarah tanggal 25 Desember sebagai Hari Raya Natal untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus.

Setiap tanggal ini, umat Kristiani di seluruh dunia merayakan Natal yang merupakan hari lahirnya Sang Juru Selamat.

Memasuki akhir tahun, terdapat hari spesial bagi umat Kristiani, sebab, Hari Raya Natal yang jatuh pada setiap tanggal 25 Desember.

Pada perayaannya ini, biasanya ada dua kali kebaktian, pertama kebaktian malam pada 24 Desember dan kedua pada 25 Desember untuk ibadah pagi.

Natal sepenuhnya merupakan kegiatan perayaan umat Kristiani, namun, masih banyak yang belum mengetahui sejarah 25 Desember dijadikan sebagai tanggal perayaan tersebut.

Menurut sejarahnya, Perayaan Natal pada 25 Desember pertama kali diperingati pada tahun 221 Masehi, sosok di balik penentuan hari tersebut yakni Sextus Julius Africanus.

Sextus dikenal sebagai seorang pengelana dan sejarawan Kristen Romawi yang hidup pada akhir abad ke-2 dan awal abad ke-3 Masehi.

Dia memiliki peran penting terhadap semua penulis sejarah gereja, di antara para Bapa gereja dan pada seluruh kelompok penulis tawarikh Yunani.

Perayaan hari Natal disetiap negara juga memiliki tradisi yang berbeda-beda dalam merayakannya, termasuk Indonesia yang turut menghormati hari besar keagamaan tersebut dengan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari libur nasional.

Umat Kristiani di Indonesia pada umumnya merayakan Natal dengan pergi beribadah ke gereja dan kemudian berkunjung ke rumah sanak saudara.

Di negara lain, yaitu Skandinavia, bangsa Norse merayakan Yule (istilah kuno hari Natal) sejak 21 Desember, yang merupakan titik balik matahari musim dingin hingga bulan Januari.

Sebagai bentuk syukur atas kemunculan matahari, para ayah dan anak laki-laki akan membawa pulang kayu gelondongan besar yang akan mereka bakar untuk penghangat.

Setelah itu, orang-orang akan lanjut berpesta sampai kayu bakar tersebut habis yang bisa memakan waktu hingga 12 hari.

Perayaan Misa Natal

Ratusan jemaat memadati Gereja Katolik Hati Kudus Banda Aceh untuk mengikuti perayaan misa Natal, Sabtu malam, 24 Desember 2022.

Para jemaat yang hendak masuk di-screening wajib mematuhi protokol kesehatan, jemaat pun memadati kursi di dalam gereja sejak pukul 19.02 WIB, meski acara belum dimulai.

Di pintu masuk gereja, panitia juga bersiaga untuk mengawasi yang datang. Para jemaat tampak hadir mengenakan gaun dan pakaian secara formal.

Humas Gereja Katolik Hati Kudus Banda Aceh, Elyani Ginting mengatakan bahwa tahun ini para jemaat hanya melakukan perayaan misa natal satu sisi.

“Kalau biasanya tahun-tahun sebelumnya dibuat dua sesi, tapi tahun ini kami buat satu sesi hanya saja tetap dengan prokes yang ketat,” ujar Elyani.

Dia juga mengatakan bahwa perayaan misa natal tahun ini mengangkat tema “Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan yang Lain”.

“Ya perayaan natal tahun ini berjalan dengan kondusif dimana pada jemaat juga sangat antusias dengan perayaan natal tahun ini,” ujarnya.

Para jemaat yang hadir mencapai 350-an jemaat, ibadah Misa Natal dipimpin oleh Pastor Hironimus Radjutuga OCD, perayaan Misa Natal ini sangat konduktif dengan pengamanan dari aparat kepolisian, dari jalan depan Gereja Katolik Hati Kudus terpantau padat degan kendaraan roda empat.

spot_img
spot_img
spot_img

TERBARU

spot_img
spot_img

BERITA TERHANGAT

BERITA MINGGUAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT