PJS Banda Aceh Apresiasi Kepemimpinan Safrizal ZA di PRR Aceh: Komunikatif, Terbuka dan Mampu Menggerakkan Pemulihan

BANDA ACEH — Pro Jurnalis Media Siber (PJS) Kota Banda Aceh menilai Safrizal ZA berhasil menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang kuat dalam mengawal proses percepatan pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi Aceh pascabencana hidrometeorologi akhir 2025. Ketua PJS Kota Banda Aceh, Heri Safrijal, S.P., bersama Sekretaris Muhammad Hawanis, menilai keberhasilan tersebut tidak hanya terlihat dari capaian fisik di lapangan, tetapi juga dari kemampuan Safrizal membangun komunikasi, koordinasi, dan ruang dialog lintas sektor secara konsisten.

Menurut Heri Safrijal, S.P., kekuatan utama Safrizal terletak pada pola komunikasi yang terbuka dan responsif. Ia dinilai mampu menjembatani aspirasi masyarakat Aceh dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai kementerian dan lembaga yang terlibat dalam penanganan bencana. “Beliau hadir di saat masyarakat membutuhkan, membuka ruang komunikasi, mendengar persoalan, lalu mengarahkan koordinasi agar solusi bisa bergerak,” ujar Heri Safrijal.

PJS Banda Aceh mencatat, skala bencana yang melanda Aceh pada akhir November 2025 sangat luas, mencakup 18 kabupaten, 226 kecamatan, dan sekitar 3.300 gampong. Kondisi tersebut membutuhkan kepemimpinan yang bukan hanya administratif, tetapi juga mampu mengorkestrasi banyak unsur secara cepat. Dalam konteks itu, Safrizal dinilai mampu menjaga ritme koordinasi agar pemulihan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak dalam satu arah yang lebih terukur.

Capaian pemulihan juga dinilai menunjukkan hasil yang signifikan. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 3.120 sekolah yang terdampak telah kembali pulih dan beroperasi, sementara 867 puskesmas kembali menjalankan pelayanan kesehatan. Pada sektor konektivitas, 46 ruas jalan nasional dan 23 jembatan telah kembali fungsional. Dari total ruas jalan daerah yang terdampak, sebanyak 1.638 ruas telah berfungsi dengan tingkat pemulihan sekitar 94,20 persen.

Pada sektor hunian, pemerintah menargetkan pembangunan 18.784 unit hunian sementara (huntara) dan seluruhnya telah aktif serta ditempati warga. Sementara untuk hunian tetap, dari target 37.323 unit, hingga Juli 2026 tercatat 401 unit telah selesai dibangun dan 1.832 unit lainnya masih dalam proses pembangunan. PJS Banda Aceh menilai angka-angka tersebut memperlihatkan bahwa kerja pemulihan telah bergerak pada jalur yang nyata dan terukur.

Heri Safrijal menegaskan, keberhasilan tersebut tentu bukan hasil kerja satu orang. Namun menurutnya, sosok pemimpin tetap memegang peran penting dalam mengarahkan koordinasi dan memastikan seluruh pemangku kepentingan bergerak dalam visi yang sama. “Tidak ada keberhasilan tanpa kerja bersama. Tetapi dibutuhkan figur yang mampu menyatukan energi banyak pihak. Di situlah kami melihat Safrizal mampu memainkan perannya,” katanya.

Sekretaris PJS Kota Banda Aceh, Muhammad Hawanis, menambahkan bahwa keterbukaan informasi menjadi salah satu aspek penting yang perlu terus dijaga. Menurutnya, keterlibatan media, masyarakat sipil, dan unsur pengawasan publik harus tetap menjadi bagian dari proses rekonstruksi. Transparansi, kata dia, bukan hanya memperkuat kepercayaan masyarakat, tetapi juga membantu memastikan setiap program dan penggunaan anggaran berjalan sesuai sasaran.

Aceh kini telah memasuki fase rekonstruksi, setelah fase pemulihan berakhir pada akhir Juli 2026. Tahapan ini dinilai jauh lebih kompleks karena tidak hanya menyangkut perbaikan fisik, tetapi juga pemulihan ekonomi, sosial, fasilitas publik, hunian, serta penguatan ketahanan wilayah hingga target rencana induk tahun 2028. Pemerintah pusat juga telah menyiapkan dukungan anggaran yang sangat besar, mencapai Rp58,97 triliun, sehingga pengelolaannya membutuhkan konsentrasi, transparansi, dan pengawasan yang kuat.

PJS Banda Aceh juga mengingatkan agar fokus penanganan tidak berhenti pada pemulihan pascabencana. Memasuki periode September hingga Desember, ketika intensitas hujan cenderung meningkat, pemerintah perlu memperkuat mitigasi pada titik-titik rawan, termasuk muara sungai, saluran air, kawasan banjir berulang, dan wilayah yang sebelumnya terdampak berat. Menurut PJS, rekonstruksi terbaik bukan hanya membangun kembali, tetapi juga memastikan Aceh lebih siap menghadapi potensi bencana berikutnya.

Heri Safrijal, S.P. dan Muhammad Hawanis menyatakan optimisme bahwa dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, dukungan Menteri Dalam Negeri, serta koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah, proses rekonstruksi Aceh dapat berjalan semakin kuat. PJS Kota Banda Aceh berharap Safrizal ZA tetap menjaga gaya kepemimpinan yang komunikatif, terbuka, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. “Pemulihan yang baik harus membawa Aceh bukan sekadar kembali seperti sebelum bencana, tetapi bangkit lebih kuat, lebih siap, dan lebih tangguh menghadapi masa depan,” demikian pandangan PJS Kota Banda Aceh.

BERITA MINGGUAN

TERBARU

BERITA TERHANGAT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT