Penyuluh Agama Asal Aceh akan Ikut Pelatihan Dai di Abu Dhabi

Banda Aceh, JBA – Penyuluh Agama Islam asal Aceh Barat Daya (Abdya) Provinsi Aceh, Fathir Nurasykim terpilih sebagai peserta Pelatihan Dai/Daiyah di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), yang akan diberangkatkan pada 6 Januari 2024 via Jakarta.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Dras H Azhari MSi mengatakan pelatihan lintas negara merupakan momen langka dan kesempatan baik di awal tahun 2024, sehingga harus dipergunakan sebaik mungkin oleh peserta.

H Azhari berharap Fathir Nurasykim memanfaatkan peluang emas tersebut untuk mengenyam pendidikan moderasi beragama dan budaya asing di UEA, sehingga nanti dapat memberikan dampak positif bagi yang bersangkutan dan mempunyai nilai tambah ketika menyampaikan pesan dakwah di tanah air.

Menurutnya, berdakwah di daerah multikultural seperti Indonesia, khususnya Aceh memang butuh strategi, agar tidak terjadi gesekan yang memicu sikap intoleransi. Melalui pelatihan ini, pasti ada pengalaman dan strategi baru dalam berdakwah tanpa menyulut konflik sosial dan keagamaan.

“Insyaallah, Kanwil Kemenag Aceh akan siapkan biaya keberangaktan ke Jakarta. Sedangkan biaya keberangkatan dari Jakarta ke UEA ditanggung oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag RI,” ujar Azhari didampingi Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag Aceh H Ahmad Yani, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat Wakaf (Kabid Penaiszawa) H Zulfikar MAg, dan Ketua Tim Penyuluh Agama Islam Kanwil Kemenag Aceh Dra Evi Sri Rahayu MSos, di ruang kerja Kakanwil Kemenag Aceh, Banda Aceh, Selasa, 2 Januari 2024.

Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh, Ahmad Yani mendukung penuh setiap upaya peningkatan kompetensi ASN Kemenag Aceh, khususnya penyuluh agama Islam, agar

“Terus mengikuti informasi berbagai program yang berhubungan dengan tupoksi kerja dan ikut seleksinya. Jangan hanya menunggu program di Kanwil atau Kankemenag kab/kota. Ini era digital dan zamannya keterbukaan informasi publik,” pungkas Ahmad Yani yang didukung Kabid Penaiszawa.

Kemenag RI melalui Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin berharap Pelatihan Dai/Daiyah dapat menambah kompetensi, daya jelajah, dan pengalaman lintas budaya para dai, khususnya terkait pengembangan wasathiyyatul Islam yang sama-sama dikembangkan di kedua negara bersahabat ini.

Pada tahun 2024, Ditjen Bimas Islam akan memberangkatkan 15 dai dan 5 daiyah ke UEA untuk memperdalam wawasan moderasi beragama.

spot_img
spot_img
spot_img

TERBARU

spot_img
spot_img

BERITA TERHANGAT

BERITA MINGGUAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT